Image Slider

Hari Santri 2026 Jadi Momentum PCNU Sumenep Perkuat Sinergi untuk Mengabdi

Kota, NU Online Sumenep
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Md. Widadi Rahim, mengajak seluruh elemen pesantren, Nahdlatul Ulama (NU), pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan KH Md. Widadi Rahim saat memberikan sambutan dalam Kick Off Peringatan Hari Santri 2026 PCNU Sumenep di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, Sumenep merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan pesantren yang luar biasa. Kekayaan tersebut tidak hanya tercermin dari jumlah pesantren, tetapi juga dari tradisi keilmuan yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan pesantren luar biasa. Memiliki tradisi keilmuan, dalam momentum ini marilah kita harus tampakkan kekompakan kita, antara pesantren, NU, pemerintah dan lain-lain untuk kepentingan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

KH Widadi mengatakan, momentum Hari Santri menjadi ruang untuk menunjukkan kebersamaan sekaligus menguatkan semangat pengabdian. Ia mengajak para santri di Sumenep untuk terus mengembangkan diri agar memiliki bekal keilmuan, akhlak, kemandirian, dan kesiapan menghadapi masa depan.

“Dari Sumenep mari kita kobarkan semangat, santri mengaji, santri mengabdi, santri berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, semangat kebersamaan tersebut kemudian diwujudkan PCNU Sumenep melalui rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 yang melibatkan berbagai pihak.

Menurutnya, PCNU Sumenep bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kemenag, Kementerian Haji dan Umrah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut.

“Dalam agenda rangkaian Hari Santri, kami bersinergi dengan berbagai stakeholder, Pemda, Kemenag, Kemenhaj, dan lain-lain dalam menampakkan kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pj Ketua PWNU Jawa Timur KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun yang hadir dalam kick off tersebut, serta kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep dan seluruh panitia yang telah terlibat dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatan Hari Santri 2026.

KH Widadi berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan dalam rangkaian peringatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian yang bernilai ibadah. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Hari Santri dan Perjuangan Para Pendahulu

Senada dengan KH Widadi, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan pentingnya semangat kebersamaan, perjuangan, keberanian, dan pengorbanan dalam memperingati Hari Santri.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, Fauzi menyampaikan apresiasi kepada PCNU Sumenep yang telah menyelenggarakan rangkaian Hari Santri 2026 dengan berbagai agenda selama satu bulan.

“Atas nama Pemda kami mengapresiasi dan terima kasih atas kebersamaan yang dijalin dengan baik,” kata Fauzi.

Ia menilai rangkaian kegiatan Hari Santri yang berlangsung sejak kick off hingga kegiatan puncak merupakan agenda yang membutuhkan kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat.

Fauzi mengatakan, setiap kegiatan membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Karena itu, keterbatasan sumber daya tidak semestinya menghilangkan semangat untuk terus berbuat dan mengabdi.

“Apapun yang dilakukan itu butuh pengorbanan, butuh perjuangan, keberanian. Tapi karena ketua panitia menyampaikan anggarannya terbatas, saya sampaikan kepada ketua panitia, apapun butuh perjuangan, pengabdian dan pengorbanan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fauzi mengingatkan bahwa Hari Santri memiliki makna penting karena menjadi momentum untuk mengenang dan menghargai jasa para syuhada serta para kiai yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, para pendahulu telah memberikan teladan bahwa mempertahankan keutuhan bangsa membutuhkan kesediaan untuk memberikan jiwa, raga, tenaga, dan pikiran.

“Hari Santri sangat penting, untuk memperingati dan menghargai para syuhada dan kiai-kiai kita dalam memperjuangkan kemerdekaan. Merelakan jiwa raga untuk terus bersama-sama agar NKRI tetap menjadi satu,” jelasnya.

Dari semangat perjuangan tersebut, Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami bahwa setiap cita-cita membutuhkan keberanian, perjuangan, dan pengorbanan.

“Apapun yang kita harapkan dalam sebuah cita-cita, butuh keberanian, perjuangan dan pengorbanan. Itu yang diajarkan pada pendahulu kita. Apapun yang terjadi, semua harus memiliki semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian Peringatan Hari Santri 2026 PCNU Sumenep dapat berjalan dengan lancar dan menjadi momentum untuk terus memperkuat kebersamaan antara pemerintah, NU, pesantren, dan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, PCNU Sumenep secara resmi memulai eluruh rangkaian acara Hari Santri 2026 yang akan berlangsung sepanjang Oktober 2026. Dengan mengusung tema ‘Santri Berdaya, Pesantren Maju, Indonesia Jaya’.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga