Gapura, NU Online Sumenep
Aktivis muda Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor terus berupaya untuk mensyiarkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Berbagai pendekatan mereka lakukan guna mempertahankan amaliah dan tradisi para ulama yang telah berkembang di tengah-tengah masyarakat dari gangguan kelompok lain yang tak sepaham.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor desa Banjar Timur kecamatan Gapura. Di bawah kepemimpinan sahabat Sayfullah, mereka rutin berkunjung dan mengadakan pengajian ke Mushalla-Mushalla yang ada di desa tersebut untuk bersilaturahim dengan para guru ngaji.
“Kegiatan ini rutin kami gelar tujuannya yaitu untuk bersilaturrahim dengan para guru ngaji yang telah ikhlas mengajari anak-anak dalam membaca al-Qur’an,” ujar pria berkaca mata ini sewaktu berkunjung ke Mushalla Al-Bahriyah pada Kamis (7/1/2021) malam kemarin.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi Mushalla dan guru ngaji saat ini juga memprihatinkan. “Anak-anak di Madura saat ini mulai banyak yang tidak belajar mengaji di Mushalla, tetapi belajar di rumah kepada orang tuanya masing-masing. Padahal ada banyak pelajaran penting lain yang bisa kita dapat sewaktu di mushalla,” imbuhnya.
Sementara itu, H. Makmun selaku pengasuh mushalla yang terletak di dusun Buabu ini pada kesempatan tersebut tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. “Terima kasih kepada pengurus ranting Ansor yang telah berkenan berkunjung ke mushalla kami. Kami sangat senang bila mushalla ini dijadikan tempat berlangsungnya kegiatan yang positif,” ujar pria paruh baya itu.
Acara pada malam itu diisi dengan tahlil bersama, penyerahan santunan kepada guru gaji, serta kajian kitab Idhatun Nasyi’in yang diampu oleh Dr. KH. Rahbini, M.Pd. salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al In’am Banjar Timur.
Pewarta : Aribuddin Malik
Editor : A. Kholilurrahman

