Image Slider

Lepas Tujuh Burung Merpati: DIKLATAMA CBP-KPP IPNU-IPPNU di Gapura Resmi Dibuka

Gapura, NU Online Sumenep

Cuaca agak mendung saat peserta DIKLATAMA (Pendidikan dan Pelatihan Pertama) CBP-KPP Kecamatan Gapura berkumpul untuk menggelar apel pembukaan di halaman Madrasah Ibrahimy, Desa Andulang pada hari Jumat (26/02/2021). Tapi meski cuaca mendung, semua peserta dan panitia tetap penuh semangat.

Ketua PAC IPNU Gapura, Fathor Rosy membakar semangat peserta DIKLATAMA dalam sambutannya yang berapi-api.

“Lebih baik pulang kalau hanya datang jadi pecundang. Kalau ada 100 pejuang, maka salah satunya adalah CBP-KPP, kalau ada 10 pajuang maka salah satunya adalah CBP-KPP, dan kalau hanya ada 1 pejuang maka harus CBP-KPP,” tegasnya diiringi tepuk tangan hadirin.

Sementara ketua PC IPNU Sumenep, Zaynullah mengaku merasa bangga karena progresivitas CBP-KP di PAC IPNU-IPPNU Gapura terus naik dan menanjak dengan terobosan-terobosan baru yang salah satunya adalah DIKLATAMA tersebut.

“Yang kita butuhkan bukan hanya kehadiran kalian, tetapi juga eksistensi kalian. Ajak semua pelajar yang ada untuk masuk di IPNU-IPPNU,” Ungkap Zaynullah dengan suara lantang.

Acara yang dihadiri oleh Pengurus MWC NU Gapura beserta seluruh Banom-Banom yang ada dibawahnya itu berjalan khidmat.

KH Moh. Alwi selaku ketua MWC NU Gapura menaruh harapan yang tinggi kepada para peserta DIKLATAMA agar menjadi kader dan pejuang-pejuang yang tangguh dan bisa menjadi benteng bagi NU dan NKRI.

“Karena 12 tahun, atau 20 tahun yang akan datang, banyak permasalahan-permasalahan yang akan muncul. Hari ini sudah banyak permasalahan yang kita hadapi, di dalam diri kita sendiri dan di luar kita. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kalian mampu menghadapi itu semua,” ungkap KH Alwi.

Acara tersebut resmi dibuka secara simbolis dengan melepas tujuh ekor burung merpati ke langit.

DIKLATAMA tersebut merupakan kali pertama yang digelar oleh CBP-KPP Gapura yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai daerah. Sedangkan peserta terjauh berasal dari kepulauan Kangean dan dari kabupaten Bangkalan.

“Kami ikut DIKLATAMA ini untuk menambah ilmu dan pengalaman, karena di rumah memang sudah sering ikut organisasi. Perjalanan dari Kangean kesini 9 Jam dan saya tidak sadarkan diri selama 2 jam karena ombak besar,” ungkap Khairil Ziran salah satu peserta dari kepulauan Kangean.

Adapun Kegiatan DIKLATAMA tersebut akan berlangsung sampai hari Ahad (28/02/2021).

Pewarta: A. Zainul Hasan
Editor: A. Warits Rovi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga