Rubaru, NU Online Sumenep
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep menggelar Bahtsul Masail dan Santunan Anak Yatim. Bertempat di kediaman salah satu Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tambaksari, pada Minggu kemarin (21/3/2021). Hal ini dilakukan sebagai sarana konsolidasi organisasi yang terus dibangun oleh pengurus setempat.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep K. Hosnan, Pengurus MWCNU Rubaru, PRNU se-kecamatan Rubaru, serta beberapa Badan Otonom (Banom), diantaranya: Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, dan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa.
Ketua MWCNU Rubaru Moh. Shadik, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap bulan ini pastilah diawali dengan santunan anak yatim. Sebanyak 21 anak yatim di Kecamatan Rubaru mendapatkan santunan yang merupakan hasil kerjasama antara MWCNU Rubaru dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep.
“Jadi kegiatan ini merupakan kerjasama antara MWCNU Rubaru dengan Baznas Sumenep. Selain dari sumbangan pengurus dan warga NU, kita juga menjalin kerjasama dengan Baznas Sumenep dalam kegiatan santunan anak yatim ini. Kita terbuka terhadap pihak-pihak lain yang akan mengajak kerjasama dalam rangka kebaikan.” ungkap Kiai Shadik dalam sambutannya.
Terkait dengan kegiatan konsolidasi, Kiai Shadik juga mengajak kepada pengurus dan warga NU di Rubaru untuk menyambut ramadhan bukan hanya sekedar melaksanakan puasa, sholat tarawih, dan tadarusan saja. Akan tetapi lebih dari itu bisa digunakan sebagai media konsolidasi organisasi.
“Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu agung bulan ramadhan, semoga nahdliyin di rubaru bukan hanya sekedar melaksanakan kewajiban puasa saja tapi bisa digunakan untuk melakukan konsolidasi pengurus dalam artian bukan hanya sekedar melaksanakan puasa sholat tarawaih dan tadarus saja tapi secara kepengurusan menjadi terpacu untuk melayani warga NU dan menjaga amaliyah NU dari gerakan-gerakan yang akan merusak NU dan mengganggu NKRI.” imbuhnya.
Di akhir acara, dilakukan konsolidasi awal dalam rangka penguatan ranting NU. Hal ini menjadi sangat penting dilakukan karena keberadaan ranting langsung bersentuhan dengan masyarakat. Kiai Hosnan, Wakil Ketua PCNU Sumenep berharap agar pengurus ranting peka terhadap permasalahan-permasalahan di wilayahnya sendiri, sehingga bisa mengantisipasi jika ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
“Pengurus ranting harus sering-sering berkumpul, hadir dalam pertemuan-pertemuan rutin untuk bisa menjadi penggerak di wilayahnya.” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

