Image Slider

Urgensi Edutainment dalam Pembelajaran

Oleh: Lukmanul Hakim*

Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Manusia yang selalu diiringi oleh pendidikan, kehidupannya akan selalu berkembang ke arah yang lebih baik dan mapan. Tidak ada zaman yang tidak berkembang, tidak ada kehidupan manusia yang tidak bergerak, dan tidak ada manusia pun yang hidup dalam stagnasi peradaban. Dan, semuanya itu bermuara pada pendidikan, karena pendidikan adalah pencetak peradaban manusia.

Adanya perkembangan kehidupan, pendidikan pun mengalami dinamika yang semakin lama semakin berkembang dan berusaha beradaptasi dengan gerak perkembangan yang dinamis tersebut. Itulah sebabnya, pendidikan yang kini diterapkan kepada anak kita tidak sama dengan pendidikan kita sewaktu sekolah dulu. Setiap zaman, pasti akan selalu ada perubahan yang mengarah pada kemajuan pendidikan yang semakin baik. Di samping itu, dunia pendidikan juga memerlukan inovasi. Hal ini penting dilakukan untuk kemajuan kualitas pendidikan yang tidak hanya menekankan pada teori, tetapi juga harus bisa diarahkan pada hal yang bersifat praktis. Diakui atau tidak, walapun belum ada penelitian khusus tentang pembelajaran, terutama proses belajar mengajar, terasa sangat berat dan membosankan.

Coba kita lihat fenomena yang terjadi pada siswa-siswa saat ini, di mana mereka menganggap bahwa aktivitas yang mengasyikkan justru berada di luar jam pelajaran. Hal ini dikarenakan selama ini, mereka merasa terbebani ketika berada di dalam kelas, apalagi jika harus menghadapi mata pelajaran tertentu yang membosankan dan ditambah lagi dengan keberadaan guru yang terkenal galak (killer). Mereka akan bersorak-sorai jika mendengar pengumuman pulang pagi karena ada rapat guru, pembatalan ulang, atau guru tidak mengajar karena sakit, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kita membutuhkan inovasi pembelajaran agar para siswa menjadi bersemangat, mempunyai motivasi untuk belajar, dan antusias menyambut pelajaran di sekolah. Jika mereka senang saat memasuki kelas, maka mereka pasti akan mudah dalam mengikuti mata pelajaran. Hal ini dapat dijadikan sebagai terobosan yang patut dihargai dan diujicobakan.

Pada dasarnya, sekolah tidak hanya untuk mencari nilai, skor, peringkat, atau semacamnya, akn tetapi, merupakan sarana belajar untuk menyongsong kehidupan, bahkan bagi kehidupan itu sendiri. Dalam hal ini, kata sekolah berasal dari bahasa Yunani skhole, scolae, atau schola, yang berarti waktu luang atau waktu senggang. Pada waktu senggang tersebut, dahulu para orang tua di Yunani menitipkan putra-putrinya kepada orang yang dianggap pintar agar memperoleh pengetahuan dan pendidikan tentang filsafat, alam, dan lain sebagainya. Saat itu, di sekolah diadakan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan. Para pendidik pun berusaha menyelaraskan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kehidupan siswa sendiri, sehingga siswa mampu menerima pelajaran dengan baik.

Inti dari proses pendidikan di kelas adalah bagaimana para siswa bisa bersemangat, antusias, dan berbahagia, dalam mengikuti pelajaran di kelas, bukannya terbebani dan menjadikan pelajaran di kelas sebagai momok yang menakutkan. Dengan begitu, mereka bisa mendapatakan pengetahuan dengan baik, mengikuti pembelajaran dengan nyaman, dan mampu menjadikan pengetahuan tersebut sebagai bagian dari kehidupan mereka. Sehingga konsep edutainment yang ingin menyinergikan antara pendidikan  dengan entertainment (sesuatu yang menyenangkan dan menghibur) patut untuk terus digaungkan serta dijalankan.

Secara terminologi, konsep edutainment berarti suatu proses pembelajaran yang didesain sedemikian rupa, sehingga muatan pendidikan dan hiburan bisa dikombinasikan secara harmonis untuk mencipatakan pembelajaran yang menyenangkan. Dalam hal ini, pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humor, permainan (game), bermain peran (role plya), dan demonstrasi. Pembelajaran juga dapat dilakukan dengan cara-cara lain, asalkan siswa dapat menjalani proses pembelajaran dengan senang. Konsep edutainment tentu sangat menarik bila dikembangkan dengan sistematis dan terstruktur. Jika berjalan dengan baik, tentu saja suasana pembelajaran di kelas akan berubah, dari sesuatu yang menakutkan menjadi sesuatu yang menyenangkan, dari sesuatu yang membosankan, menjadi membahagiakan, atau dari sesuatu yang dibenci menjadi sesuatu yang sangat dirundukan oleh para siswa. Sehingga, mereka ingin dan ingin terus belajar di kelas, karena dipenuhi rasa semangat dan antusiasme yang tinggi untuk megikuti mata pelajaran.

Karena konsep edutainment lebih menekankan cara pendidik dalam menjalankan fungsinya, maka ia harus melengkapi diri dan kemampuan menerapkan konsep edutainment di dalam kelas. Hal ini tentu bukan pekerjaan gampang, sebab perubahan pola pengajaran dari konvensional, di mana pendidik samgat dominan di dalam kelas. Menjadi konsep edutainment merupakan hal yang sangat susah dilakukan. Oleh karena itu, pelaksanaan konsep edutainment ini membutuhkan ketekunan dan kesabaran yang tinggi, sehingga paradigma ataupun asumsi yang cenderung berkembang selama ini dapat diubah secara perlahan. Wallahu A’lam. (*).

*) Mahasiswa Semester VIII Prodi PAI Instika Guluk-Guluk, Kepala Perpustakaan MA 1 Annuqayah Guluk-Guluk Periode 2020-2021, dan Sekretaris Lajnah Falakiyah Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Periode 2020-2021.

 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga