Bluto, NU Online Sumenep
Banyak cara yang dilakukan oleh nahdliyin dalam mengenang perjuangan para muassis NU. Salah satunya yang dicontohkan oleh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto dengan menyantuni sembilan anak yatim.
Penyerahan dilakukan di acara Tahlil Akbar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) NU ke-98 dan Konsolidasi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Bluto, Ahad (21/3/2021) di auditorium MWCNU setempat.
Sebelum Kiai Kuswaidi Syafi’ie menyampaikan ceramahnya, Ustadz Mosa mengutarakan bahwa acara ini memiliki tiga rentetan acara, yakni pembacaan tahli dan doa bersama yang dikhususkan kepada para muassis, penyerahan dokumen hasil rihlah Ranting NU kepada perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, dan santunan yatim.
“Acara tahlil sebagai untaian doa kepada Allah SWT yang dikhususkan pada para ulama yang telah mendahului kita. Benang merahnya adalah renungan bersama untuk membakar ghirah demi membesarkan jam’iyah yang berpusat di akar rumput,” ujar Ketua MWCNU Bluto saat diminta keterangan oleh NU Online Sumenep.
Santunan anak yatim juga merupakan ungkapan kepedulian NU terhadap sesama. Sebab yatim merupakan golongan yang dicintai Rasulullah SAW.
“Inilah wujud ibadah sosial NU sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Semoga lewat santunan yatim, NU di Kecamatan Bluto dapat terus menebarkan manfaat kepada warga,” tandasnya.
Editor: A Habiburrahman

