Batang-Batang, NU Online Sumenep
Forum Santri Alumni (Forsa) merupakan Organisasi simpul Alumni Annuqayah di organisasi Iksabad. Organisasi simpul alumni ini terus mengawal segala kegiatan santri PP. Annuqayah yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Santri Batang-Batang Dungkek (Iksabad).
Terbukti, dalam setiap momen tahunan Iksabad Mengaji dan Mengabdi bersama Masyarakat, organisasi Alumni Annuqayah ini rutin memberikan santunan kepada anak yatim. Dana yang diperoleh berasal dari swadaya para alumni Annuqayah.
Menurut Ketua Iksabad, Shofa Abrari mengatakan bahwa kegiatan Iksabad Mengaji dan Mengabdi untuk bulan Ramadhan tahun ini ditempatkan di Balai Desa Totosan, Batang Batang.
Selain santunan anak yatim, kegiatannya juga bermacam macam di antaranya Khatmil Qur’an yang dilaksanakan di setiap masjid, Ruqyah Massal (Terapi Qur’ani) yang bekerja sama dengan Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bindara Saod Sumenep, serta kegiatan Sosialisasi anti Narkoba bekerja sama dengan BNN Sumenep.
Bapak Mawardi, Sekretaris Desa setempat sebagai perwakilan dari pemerintah desa mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa dengan adanya kegiatan mengaji dan mengabdi santri Annuqayah ini semoga bisa menyantrikan masyarakat dan memasyarakatkan santri kepada di lingkungan sekitar.
Sementara itu, Rusdiyono Misbah, Ketua Forum Santri Alumni (Forsa) Iksabad menegaskan bahwa mengaji dan mengabdi harus menjadi identitas bagi santri kepada masyarakatnya.
“Jangan terjebak kepada kegiatan formalitas, dengan membantu guru ngaji, membersihkan surau dan masjid, membantu orang tua di rumah itu juga merupakan bagian dari mengabdi,” ungkapnya.
Pria yang juga mantan Presiden Mahasiswa (Presma) Instika ini menambahkan agar santri selalu siap pakai dalam setiap kondisi dan situasi di lingkungan masyarakat.
“Santri seperti ban serep. Ia adalah sesuatu yang lebih bagus dari sebelumnya. Harus siap pakai dalam kondisi apapun,” pungkasnya
Editor: Ibnu Abbas

