Image Slider

Tiga Perkara Menurut Habib Abdul Qadir Ba’abud agar Selamat Dunia Akhirat

Lenteng, NU Online Sumenep

Pondok Pesantren Khairul Muttaqin, Panggulan Desa Banaresep Timur Kecamatan Lenteng menggelar Dzikir dan Pengajian dalam rangka Tasyakuran Akhir Sanah, Ahad (27/6/2021) bertempat di halaman madrasah setempat.

Pengasuh Pondok Pesantren Khairul Muttaqin, KH. Jazuli Syamsul Arifin dalam sambutannya meminta kepada segenap wali murid untuk memperkuat kerjasama. Sebab, proses belajar murid di sekolah hanya sebatas proses yang dibatasi oleh waktu. Sementara orangtua di rumah sepenuh waktu.

“Kalau di sekolah, ada kami dewan guru dalam mendidik dan mengontrol, ketika sudah pulang ke rumah, orangtua juga harus mengontrol anaknya,” ungkap Kiai Jazuli.

Di acara tersebut, Habib Abdul Qadir Ba’abud dari Kraksan Probolinggo hadir sebagai pengisi ceramah. Beliau menyampaikan beberapa hal yang harus dikenali oleh masyarakat tentang keberadaan ulama.

Dihadapan para murid, wali murid dan tokoh masyarakat, Habib Abdul Qadir Ba’abud mengawali ceramahnya dengan meminta untuk hati-hati dalam memilih ulama. Karena menurut beliau ulama zaman sekarang berbeda jauh dengan ulama zaman dulu.

“Kita sebagai masyarakat harus berhati-hati dalam memilih ulama. Karena berbeda jauh ulama hari ini dengan ulama dulu,” dawuh beliau mengawali ceramah.

Tidak hanya itu, Habib Abdul Qadir Ba’abud juga menyampaikan kepada masyarakat beberapa hal yang harus dilakukan agar selamat di dunia hingga akhirat.

Pertama, sijnul lisan (menjaga atau memenjarakan lisan. Hal tersebut dapat menghindar dari kemungkinan bersikap bohong, suka membicarakan aib orang lain, dan suka mengadu domba.

“Kalau kita sudah mampu mejaga lisan, maka kita akan dijauhkan dari perkara yang akan menjatuhkan derajat kita sebagai manusia,” imbuh beliau.

Kedua, katsrotul istighfar (memperbanyak istighfar). Memperbanyak bacaan istighfar menurut beliau juga bermanfaat untuk membersihkan hati, menyelamatkan diri dari api neraka, mengangkat derajat, menurunkan rahmat dan dimudahkan resekinya.

“Istighfar yang bagus adalah Istighfar yang dibaca istiqamah meskipun kalimatnya sedikit seperti: ‘Astaghfirullahal ‘adziim’,” ujar beliau.

Membaca dzikir sebagaimana di atas, lanjut Habib Abdul Qadir Ba’abud juga diperlukan keistiqamahan dan kekhusyu-an. Agar segala jiwa dan raga benar-benar tersambung dengan Allah SWT.

Dan terakhir, ketiga, adalah ‘uzlah (menjauhkan diri dari manusia). Dalam konteks ini, yang dimaksud menjauhkan diri dari manusia adalah menjaga anak cucu kita agar tidak salah dalam bergaul atau berteman.

“Sehingga tidak terpengaruh dan terjerumus kepada jalan yang menyesatkan,” pungkas beliau.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga