Pragaan, NU Online Sumenep
Saat ini Almarhum merupakan Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan. Wafat diusianya yang ke-70 tahun, lantaran penyakit paru-paru yang dideritanya sejak lama. Hingga berita ini ditulis, dikabarkan almarhum akan dikebumikan di Rembang Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan.
Perjuangan KH. Maimun Mannan dalam Menghidupkan Ranting NU
Diceritakan KH. Ahmad Junaidi Muarif, Ketua MWCNU Pragaan bahwa sosok almarhum merupakan teladan di Nahdlatul Ulama. Sebab selama menjabat sebagai Ketua MWCNU Pragaan di tahun 1994 sampai 1999 almarhum berhasil menghidupkan Ranting NU di seluruh desa yang ada di Kecamatan Pragaan.
“Kiai Maimun merupakan sosok kiai pejuang NU yang patut diteladani. Semasa kepemimpinan beliau di MWCNU Pragaan, seluruh ranting NU hidup,” ungkap Kiai Junaidi.
Almarhum yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatut Thalibin Rembang Pragaan Daya ini menghidupkan ranting NU dengan ‘Tazawaru Ba’dluhum Ba’dla’ atau saling kunjung-mengunjungi satu sama lain, guna mempererat tali silaturrahim dan solidaritas.
“Beliau istiqamah berkunjung dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menghidupkan ranting. Hingga semasa beliau menjabat Ketua MWCNU Pragaan, ranting aktif,” imbuh Kiai Junaidi.
Tidak sampai di situ, berkat Almarhum Kiai Maimun, Kantor MWCNU Pragaan juga didirikan dan terus dikembangkan hingga saat ini sebagai pusat kegiatan keorganisasian NU di tingkat kecamatan.
“Banyak sekali sumbangsih yang diberikan untuk kemajuan NU setempat. Almarhum pun tidak segan turun ke ranting-ranting untuk memompa semangat kader untuk berkhidmah,” imbuh Kiai Junaidi.
Menanggapi wafatnya KH. Maimun Mannan, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai Ach Subairi Karim, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya sosok kiai penyemangat itu. Menurut beliau, almarhum sangat berjasa bagi kemajuan perangkat organisasi NU di sektor Badan Otonom (Banom).
“Ansor Pragaan besar berkat dukungan moril beliau. Pengabdiannya pada NU sangat luar biasa,” tutur alumni Pondok Pesantren Annuqayah ini.
Mantan Wakil Ketua MWCNU Pragaan ini mendoakan agar segala amal baik almarhum diterima di sisi Allah SWT dan dosa-dosanya diampuni.
“Semoga almarhum bisa berkumpul bersama guru-gurunya di alam sana,” pungkasnya.
Editor: Firdausi

