Batang-Batang, NU Online Sumenep
Warga Desa Banuaju Barat, Batang-Batang, melakukan pembacaan burdah bersama dengan berkeliling melewati lima dusun yang ada di desa setempat pada Jumat malam (16/07/2021). Pembacaan burdah keliling itu berangkat dari balai desa menuju dusun Gunong pekol, melewati Dusun Toteker dan kembali lagi ke balai.
Ahmad Fadlan, tokoh setempat mengatakan, pembacaan burdah tersebut sebagai pembuka atau permulaan yang selanjutnya akan dilaksanakan selama tujuh malam berturut-turut, tetapi pada malam kedua dan selanjutnya akan dilaksanakan di tempat atau tidak berkeliling.
“Malam ini adalah malam pembuka, selanjutnya akan terus dilaksanakan bersama-sama oleh masyarakat selama tujuh malam berturut-turut, hanya saja pada malam kedua hingga akhir akan dilaksanakan di tempat tertentu alias tidak berkeliling,” tuturnya
Setelah kompak dilaksanakan di malam pertama, pembacaan burdah malam kedua rencananya akan dilaksanakan di Asta Tottora’an puncak Gunung Pekol, Dusun Gunong Pekol.
“Di malam pertama alhamdulillah masyarakat kompak, nanti malam akan dilaksanakan di puncak Gunong Pekol, dan insya Allah banyak warga yang akan terlibat,” imbuh Ahmad dengan nada optimis.
Sementara itu, kepala desa Banuaju barat, Sunento mengatakan, wabah penyakit hari ini sangat luar biasa, melihat banyaknya orang sakit dan orang yang meninggal menandakan ini bukan wabah biasa, maka kita perlu banyak memohon kepada Allah agar dijauhkan dari wabah yang mengkhawatirkan warga.
Dia menambahkan, bahwa pembacaan burdah itu nantinya diharapkan juga dibaca di setiap mushalla dan masjid yang ada di desa Banuaju Barat. Karena menurutnya, dalam menghadapi wabah saat ini, seseorang jangan hanya mengandalkan obat juga harus berserah diri kepada Allah.
“Tiap-tiap mushala dan masjid diharapkan juga rutin bermunajat membaca burdah, dan untuk yg di titik-titik tertentu secara bergiliran pada tiap-tiap dusun akan dilaksanakan setiap malam. Sekarang jangan hanya mengandalkan obat, tetapi berserah diri kepada Allah,” sarannya.
Purahwi yang bertugas merawat asta Tottora’an ikut senang dengan kegiatan itu. Ia menyampaikan, dulu juga banyak orang yang memohon kepada Allah dengan berdoa bersama di puncak Gunung Pekol. Saat itu orang-orang berdoa setiap waktu, tidak hanya ketika ada penyakit.
“Dulu sesepuh kita waktu minta hujan kepada Allah juga berdoa di atas Gunong itu,” tambahnya.
Dirinya berharap agar pembacaan burdah bersama bisa betul-betul dilakukan secara khusus dengan harapan agar semua warga Banuaju Barat dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari penyakit ta’un Covid 19.
Pewarta: Ernawi Sya’bi

