Image Slider

Istighosah di Asta Waliyullah, Nahdliyin di Batang-Batang Doakan Pandemi Sirna

Batang-Batang, NU Online Sumenep

Sejak beberapa minggu terakhir, masyarakat khususnya Nahdliyin terus menggalakkan ikhtiar batin. Cara tersebut merupakan penyeimbang dari ikhtiar lahir untuk melindungi diri dari Pandemi Covid-19. Diyakini oleh mayoritas masyarakat, bahwa dibalik kesusahan pasti ada kemudahan. Seraya tetap memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Ragam cara yang dilakukan. Mulai dari membaca Qasidah Burdah sembari keliling kampung, istighatsah, dan sebagainya. Bahkan ada juga yang menggelar doa secara virtual. Guna menghindari kontak langsung dengan sesama sehingga meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid-19.

Namun ada yang berbeda dengan ikhtiar batin pada umumnya yang sering digelar masyarakat. Jika kebanyakan yang ditemui masyarakat menggelar doa bersama seraya keliling kampung membaca Qasidah Burdah. Akan tetapi yang satu ini justru menambahnya dengan menggelar doa di salah satu maqbarah tokoh setempat yang dikeramatkan.

Seperti ikhtiar batin yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Banuaju Timur Kecamatan Batang-Batang, bekerjasama dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa setempat. Mereka melaksanakan pembacaan Qasidah Burdah keliling dengan diawali istighatsah di Asta (Maqbarah) Syekh Ahmad Shaleh Gunung Pekol, Kamis, (22/7/2021).

Kiai Matlawan, inisiator kegiatan tersebut menuturkan, bahwa do’a dilakukan sebagai munajat dan meminta keberkahan melalui salah satu Waliyullah Syech Ahmad Shaleh atau yang lumrah dikenal dengan Gunung Pekol. Kemudian setelah berdoa, dilanjutkan dengan keliling sampai perbatasan Desa Candi dan Banuaju Timur, dilanjutkan ke perbatasan Desa Longos dan Banuaju Timur. Terakhir ditutup dengan doa bersama di Balai Desa Banuaju Timur.

“Istighotsah ini dimulai dengan do’a di Asta Syech Ahmad Shaleh dengan harapan mendapat keberkahan dari salah satu waliyullah ini. Kemudian rutenya hingga perbatasan Desa Banuaju Timur dan diakhiri dengan doa bersama di balai Desa. Semoga doa kita di ijabah oleh Allah dan diselamatkan dari berbagai Wabah,” ungkap beliau kepada NU Online Sumenep.

Syech Ahmad Shaleh merupakan Dzurriyah Nabi Muhammad SAW, yang jika dihitung secara silsilah merupakan keturunan yang ke-34 dan masih satu garis silsilah dengan Sunan Ampel. Dari jalur berbeda, Syech Ahmad Shaleh masih merupakan generasi ke-4 dari Sayyid Ja’far Shadiq atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kudus.

Disebut Asta Gunung Pekol, karena Asta Syech Ahmad Sholeh ini tepat berada di lereng bukit yang oleh masyarakat setempat disebut Gunung Pekol. Setiap harinya, nyaris tidak pernah sepi dari peziarah. Bahkan, para peziarah banyak berdatangan dari berbagai daerah di luar Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, Kiai Masdur, Ketua PRNU Desa Banuaju Timur menyampaikan bahwa Pembacaan Qasidah Burdah yang diawali dengan doa bersama itu merupakan ikhtiar batin untuk keselamatan dari berbagai penyakit terutama Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda masyarakat. Beliau sangat meyakini bahwa wabah ini akan segera berakhir dengan adanya ikhtiar lahir maupun batin.

“Ini merupakan ikhtiar batin untuk membentengi diri dari berbagai wabah. Terutama Covid-19 yang melanda masyarakat beberapa tahun ini. Dengan menjaga pola hidup sehat dan berdoa InsyaAllah wabah ini secepatnya berakhir,” tutur beliau.

Sementara itu Dian Megawati selaku Kepada Desa Banuaju Timur sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena tetap mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, masyarakat bersama pemerintah harus terus bersama-sama memerangi wabah Covid-19.

“Sebelum berangkat, Pemerintah Desa Banuaju Timur sudah menyediakan masker untuk masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Wabah. Saya sangat bersyukur masyarakat tertib dan kegiatan dapat berjalan dengan lancar, ” pungkas Alumni Universitas Wiraraja Sumenep itu.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga