Manding, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Manding terus berupaya menguatkan kelembagaan ranting. Sebab di situlah nafas perjuangan Nahdlatul Ulama yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, dianggap penting melakukan langkah-langkah strategis guna menguatkan ideologi.
Menghidupkan ranting, merupakan amanah dari konsensus Muktamar NU ke-33 di Jombang beberapa tahun lalu. Kemudian ditindak lanjuti dengan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep. Bahwa entitas ranting sebagai kelembagaan NU di akar rumput, merupakan keniscayaan.
Karena itu, setelah sebelumnya melaksanakan Musyawarah Ranting (Musran), MWCNU Manding kemudian melakukan labelisasi dengan memasang plakat atau papan nama di seluruh ranting NU se-Kecamatan Manding. Di antaranya, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Manding Laok, Manding Daya, Manding Timur, Jabatan, Lalangon, Giring, Gunung Kembar, Kasengan, Tenonan, Lanjuk dan Gadding.
Labelisasi ranting yang digelar pada Sabtu, (31/7/2021) kemarin itu menghabiskan dana sebesar Rp. 5.600.000, yang didapatkan dari kas MWCNU Manding. Hal itu disampaikan Kiai Ahmad Wahyudi, Ketua MWCNU Manding.
“Sebenarnya pelakatnya sudah dipesan pada Mei 2020, dan kami terima di kantor pada bulan Juni 2020, namun baru bisa kami pasang pada hari Sabtu, 31 Juli 2021. Dengnan menghabiskan dana sebesar lima juta enam ratus ribu rupiah,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep.
Untuk memudahkan teknis pelaksanaanya, MWCNU Manding melibatkan seluruh lembaga, badan otonom (banom), ranting dan kader-kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Dirinya menyebutkan, bahwa selain sebagai bentuk simbol kebangkitan NU di tingkat ranting dan tindak lanjut Musran, juga ditujukan menyambut bulan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah mencapai 76 tahun.
Maka tak ayal jika kemudian, Kiai Wahyudi, sapaan akrabnya berharap agar dengan labelisasi ini tidak hanya sebatas membangun infrastruktur saja. Melainkan juga diimbangi dengan menguatkan spirit perjuangan para pengurus NU.
“Semoga dengan adanya pemasangan plakat ini para pengurus ranting NU semakin semangat dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Dengan begitu, syi’ar NU di kecamatan Manding semakin tampak sehingga masyarakat Manding bisa tambah cinta dan selalu ingat NU,” harapnya.
Tidak kalah penting dari itu, lanjut Kiai Wahyudi, kelompok-kelompok di luar Ahlussunnah Wal Jama’ah tidak mudah masuk ke wilayah Kecamatan Manding. Sebab label NU sudah terpampang di setiap ranting atau desa.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Manding, Rahmat, pemasangan plakat itu tidak lain untuk memperjelas kepada khalayak bahwa di daerah tersebut sudah terbentuk Ranting NU. Dengan demikian, kelompok sebelah tidak mudah masuk dan mempengaruhi masyarakat.
“Maka dengan demikian kita harus merawat ranting-ranting NU ke depan dengan cara memasifkan kegiatan-kegiatan ke-NU-an. Sehingga masyarakat sadar bahwa paham Aswaja an-Nahdliyah pantas dan layak untuk diikuti,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

