Image Slider

Ketua NU Manding: Ranting sebagai Benteng Ideologi di Era Disrupsi

Manding, NU Online Sumenep

Memasuki era disrupsi, penguatan kelembagaan ranting di Nahdlatul Ulama menjadi sangat penting dilakukan. Meski organisasi sosial keagamaan ini sudah mendunia, namun tanpa ditopang dengan kuatnya ideologi di basis masyarakat, akan mudah digoyahkan oleh ragam ideologi yang berseberangan.

Entitas ranting sebagai elemen kelembagaan NU di tingkat desa, merupakan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, di Muktamar NU ke-33 lalu, mengamanahkan kepada seluruh tingkatan kepengurusan NU, baik di wilayah, cabang maupun wakil cabang, untuk melakukan penguatan ranting.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Manding, terus berupaya melakukan langkah strategis dalam memberdayakan ranting. Mulai dari melakukan koordinasi, melengkapi administrasi, sampai pada penguatan ideologi yang dikemas dengan ragam aktivitas rutin.

Ketua MWCNU Manding, Kiai Ahmad Wahyudi menuturkan, bahwa pemberdayaan ranting sangat penting untuk dilakukan karena dari situlah visi dan misi luhur perjuangan Nahdlatul Ulama dapat diimplementasikan langsung di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Apalagi menghadapi tantangan kemajuan zaman yang begitu pesat.

Karena itu, untuk memberdayakan ranting butuh ditopang dengan penguatan keorganisasian dan ke-Aswaja-an. Menjadikan Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang menjadi basis penanaman ideologi Aswaja an-Nahdliyah.

“Bisa kita wujudkan dengan menggelar pendidikan Aswaja dan ke-NU-an di masing-masing ranting NU,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep, Sabtu (31/7/2021).

Tidak sampai di situ, penguatan ranting NU tidak hanya diorientasikan kepada aktivitas peribadatan saja. Melainkan juga menyentuh ke ranah sosial-ekonomi masyarakat. Seperti, membangun sistem ekonomi produktif, membuka dan bahkan memudahkan akses pinjaman modal.

“Dengan begitu, kemandirian ekonomi warga NU maupun kelembagaan NU akan semakin kuat. Di sinilah pentingnya keterlibatan kita semua untuk memberdayakan ranting agar betul-betul bisa bermanfaat untuk kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kiai Wahyudi menambahkan, untuk melakukan tahapan tersebut, perlu diimbangi dengan pengembangan pendidikan sebagai upaya mengasah potensi dan integritas kepribadian kader masa depan. Kemudian ilmu teknologi untuk menjawab tantangan digital di era disrupsi.

“Di bidang pendidikan bisa kita lakukan dengan memasukkan kurikulum Aswaja di sekolah-sekolah dan pelatihan guru berbasis Aswaja. Kemudian untuk media bisa kita lakukan pelatihan pengelolaan media sosial dan tekhnologi. Dari situ kita siapkan kader yang memiliki kecapakan di bidang tersebut,” pungkasnya.

Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga