Kota, NU Online Sumenep
Kanal youtube TVNU Sumenep yang berada di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep kini resmi tergabung menjadi Jaringan Televisi Nahdlatul Ulama (TVNU) yang berkantor pusat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat. Kepastian tersebut berdasarkan Company Profil TVNU yang diterbitkan beberapa waktu lalu.
Direktur TVNU Sumenep, Lora Fahri Farghiz mengaku pada mulanya kaget sekaligus senang atas capaian ini. Ia pun bersyukur dan bangga meski tidak menyangka capaian tersebut diperoleh secepat itu.
“Hal ini tentu juga dirasakan oleh teman-teman kru di jajaran TVNU Sumenep. Semua mengaku kaget sekaligus senang dan bangga,” ujarnya, Rabu (27/07/2022).
Ia mengatakan, sejak beberapa bulan pihaknya kerap melakukan komunikasi dengan pihak TVNU di Jakarta. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk berjejaring dan banyak belajar kepada tim-tim TVNU di Jakarta yang diakui sudah sangat mumpuni.
“Boleh jadi, dari komunikasi-komunikasi inilah akhirnya TVNU Sumenep bisa tergabung dengan TVNU Pusat,” ucapnya.
Alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo itu menyebutkan, sejak awal di kanal youtube TVNU Sumenep memang sangat memperhatikan kualitas video yang diunggah. Hal tersebut disebabkan karena TVNU Sumenep merupakan media official PCNU Sumenep yang menjadi banyak perhatian banyak kalangan.
“Bila ada video yang kualitasnya kurang bagus, maka harus rela untuk tidak diunggah meski proses pengambilan video tidaklah mudah. Mungkin, ini pula musabab dijadikannya TVNU Sumenep sebagai Jaringan TVNU Pusat,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Lora Ahmad Hirzi selaku Kabid IT TVNU Sumenep. Ia menuturkan, bahwa selama ini pihaknya menekankan terkait originalitas video yang diunggah. Dirinya mengaku tidak pernah mengunggah video produksi kelompok lain kecuali sudah mendapatkan izin yang bersangkutan.
“Semua video yang bukan hasil produksi sendiri semuanya sudah mendapatkan izin dari pemilik asli video. Seperti kegiatan Muktamar NU sudah dapat izin dari TVNU Pusat, atau pun video lainnya,” terangnya.
Guna menjaga originalitas tersebut, lanjut Lora Hirzi, pihaknya pernah melakukan aransemen lagu Muktamar yang dikarang oleh KH Afifuddin Muhajir versi sendiri. Mulai dari aransemen lagu, musik, hingga proses video klip murni atas produksi sendiri.
“Hal ini kami lakukan guna menjaga marwah NU dengan tidak asal comot video orang lain yang pada ujungnya bisa terindikasi haram. Makanya, kami juga tidak pernah mencari viewer dan subscriber sebagaimana banyak dilakukan youtuber lain meski dengan video ghasab milik orang lain,” tegasnya.
Dirinya menyampaikan, pasca menjadi Jaringan TVNU Pusat komitmennya sebagaimana di awal, yakni mensyiarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di era digital. Pihaknya juga mengatakan akan terus meningkatkan kualitas serta menambah konten baru yang menarik dan edukatif agar tidak menoton.
“Karena bagaimanapun dakwah di era digital saat dituntut tidak monoton dan bervariasi. Mohon doanya, semoga kami terus istiqamah dan ikhlas mengabdi kepada NU melalui model dakwah digital ini,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

