Gapura, NU Online Sumenep
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Sumenep melakukan sosialisasi penyakit Tuberculosis (TBC) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan yang melibatkan warga itu berlangsung di Balai Desa setempat, Kamis (28/7/2022).
Ketua PRNU Gapura Tengah, Syukri mengatakan, bahwa sosialisasi penting dilakukan karena di desa tersebut terdapat beberapa warga yang terjangkit penyakit TBC. Untuk itu pihaknya memberikan edukasi guna menekan angka penularan.
“Kami mengindentifikasi adanya penyakit TBC yang diderita oleh warga Desa Gapura Tengah, di beberapa dusun bahkan ada. Makanya ini adalah upaya kita agar masyarakat tahu tentang penyakit menular itu dan cara penanganannya,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.
Upaya yang dilakukan itu, menurut Syukri, akan terus berlanjut. Tidak hanya selesai dalam satu kali kegiatan. Namun, akan kembali melakukan sosialisasi melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Juga akan langsung mendatangi rumah-rumah warga guna memberikan edukasi.
“Tidak hanya sampai di sini. Kita sudah merencanakan tindaklanjutnya. Seperti menggandeng posyandu untuk melakukan sosialisasi maupun mendatangi langsung rumah-rumah warga,” tambahnya.
Guna merealisasikan rencana tindaklanjut itu, pihaknya akan mengerahkan kader-kader kesehatan yang telah dibentuk oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Gapura di Desa Gapura Tengah. Selain untuk memberikan edukasi, tim yang akan dikerahkan juga akan melakukan identifikasi untuk menemukan warga yang tertular penyakit TBC.
“Ya, nanti yang akan turun ke masyarakat adalah kader-kader kesehatan,” ungkap pria yang juga Pengurus LKNU Gapura itu.
Sementara Ketua LKNU Gapura, dr. Slamet Riadi, yang didapuk sebagai pemateri dalam sosialisasi tersebut mengungkapkan bahwa di Indonesia sendiri, penderita penyakit TBC menempati peringkat ketiga setelah India dan China. Hingga saat ini jumlah kasusnya lebih dari 824 ribu dengan jumlah kematian hingga 93 ribu jiwa pertahun. Atau setara dengan 11 kematian perjam.
Provinsi Jawa Timur adalah daerah dengan jumlah penderita TBC tertinggi ketiga nasional. Sementara Kabupaten Sumenep, hingga saat ini masih menempati peringkat satu di Jawa Timur.
“Di Kecamatan Gapura sendiri, tahun 2021 kemarin tercatat 55 orang dan di tahun 2022 sekarang ada 21 orang penderita penyakit TBC,” ujarnya.
Pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Sumenep itu menyarankan agar masyarakat mampu melakoni pola hidup bersih dan sehat. Sebagai ikhtiar menanggulangi penularan penyakit infeksi paru-paru tersebut.
“Tentu dengan pola hidup sehat. Makan-makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Membuka jendela agar rumah mendapatkan cukup sinar matahari dan udara segar. Menjemur alas tidur agar tidak lembab,” ungkapnya.
Antisipasi dini juga dapat dilakukan. Seperti suntikan vaksin BCG bagi anak di bawah usia 5 tahun untuk menghindari penularan TBC berat (meningitis dan milier). Dan tidak kalah penting juga olahraga dengan teratur serta tidak merokok.
Iapun optimis penyakit yang mudah menular itu bisa disembuhkan. “Tuberculosis bisa disembuhkan. Perika dan obati TBC gratis di Puskesmas,” pungkasnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura, KH. Moh. Alwi, Pengurus LKNU Gapura, PRNU Gapura Tengah, perangkat desa serta warga setempat.
Editor: A. Habiburrahman

