Image Slider

Alumni Pesantren Al-Azizy Diajak untuk Semangat Mengabdi

Lenteng, NU Online Sumenep

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Azizy Lembung Barat, Lenteng, Kiai Abd Warits Aziz mengajak kepada para alumni Al-Azizy untuk tetap semangat mengabdi kepada lembaga dan masyarakat.

“Pengabdian merupakan suatu perjuangan yang sangat berharga, akan tetapi setiap pengabdian membutuhkan pengorbanan baik secara jasmani dan rohani. Setiap perjuangan mempunyai nilai yang tinggi bagi Allah SWT, jika perjuangan itu didasari dengan hati yang ikhlas,” katanya saat kegiatan musyawarah awal tahun bersama dewan guru dan alumni Al-Azizy, Senin (16/05/2022) malam di mushala setempat.

Alumni Pondok Pesantren Al-Is’af Kalabaan, Guluk-Guluk ini menegaskan, ikhlas merupakan salah satu perilaku seseorang yang mengerjakan sesuatu tanpa pamrih atau tidak mengharapkan imbalan apapun dari orang lain.

“Seseorang yang melakukan sesuatu dengan ikhlas tidak pernah mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia. Seseorang yang melakukan sesuatu dengan ikhlas hanya mengharapkan ridha dari Allah SWT,” tegasnya.

Dirinya juga menyebutkan bahwa Ikhlas itu terbagi menjadi tiga tingkatan. “Tingkat yang paling tinggi yaitu melakukan amal ibadah bukan karena mengharapkan surga; tingkat sedang yaitu melakukan amal ibadah karena mengharap balasan (pahala) di akhirat; dan tingkat paling rendah yaitu melakukan amal ibadah dengan mengharapkan balasan di dunia, seperti kekayaan, kesehatan, keamanan, dan lainnya,” jelas beliau.

Lantas, ia melanjutkan bahwa salah satu cara agar bisa ikhlas yaitu mengembalikan apa yang telah dikerjakan kepada Allah SWT. “Karena kita adalah objek bukan subjek. Jadi, apa saja yang dilakukan kita adalah dikendalikan oleh Allah SWT. Tidak sepantasnya kita bangga terhadap apa yang telah diperbuat,” tandasnya.

“Imam Syafi’i ketika bersyukur bukan mensyukuri nikmat, tetapi bersyukur atas Dzat yang memberikan nikmat yaitu Allah SWT. Misalnya kita sehat, bukan berarti tubuh kita kebal, tetapi memang merupakan karunia dari Allah SWT,” sambung Kiai Warits.

Ia juga mengaku senang jika alumni Al-Azizy bisa mengamalkan dan mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada lingkup pesantren, madrasah, atau masyarakat.

“Karena hal itu menjadi bagian untuk melanjutkan tradisi Nabi Muhammad SAW yang telah mengangkis kita dari alam kebodohan menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan,” ucapnya.

Di akhir penyampaiannya, ia juga berharap kepada alumni Al-Azizy agar bisa menjaga akhlakul karimah di era saat ini. “Mengingat akhlak itu harus didahulukan daripada ilmu. Kita tidak hanya tahu teori akhlaknya saja. Tetapi, praktik di lapangan sangat penting untuk dilakukan,” pungkasnya.

Editor : Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga