Kota, NU Online Sumenep
Berdzikir tak harus panjang, walaupun sedikit asalkan istiqamah itu baik. Ibarat setetes air hujan yang jatuh ke batu, lama-lama akan berlobang. Sama juga dengan orang yang bersedekah, walaupun sedikit namun istiqamah, maka pahalanya akan banyak.
Pernyataan ini disampaikan oleh KH Hafidzi Syarbini, Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep di acara pengajian rutinan malam Jum’at Legi di Pondok Pesantren Asta Tinggi, Kebonagung, Kota, Sumenep, Kamis (15/12/2022).
“Manusia selalu direpotkan oleh persoalan dunia. Namun jika diniatkan dengan hati, maka pahala lah yang akan didapatkan. Artinya, pahala itu didapatkan dari ibadah kita, seperti shalat, puasa, bersedekah dan sejenisnya,” ujarnya pada alumni pesantren Asta Tinggi.
Tak hanya itu, ia mengatakan, sukailah apa yang disukai, namun suatu saat nanti akan berpisah. Namun yang paling wajib disukai adalah ibadah.
“Kerjakan dan senangilah apa yang kita sukai, tapi suatu saat nanti akan mendapat balasan dari Allah SWT. Jika yang kita kerjakan positif, dibalas baik. Sebaliknya, jika negatif maka balasannya buruk dari-Nya,” ungkap alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu.
Kiai Hafidzi mengingatkan, alam dunia dan kubur, berbeda. Manusia hidup di dunia pasti membutuhkan sandang, pangan, papan. Di saat tiada, tidak ada satupun di alam kubur. Karena kebutuhan itu akan lepas saat seseorang tiada.
Ia menganalogikan, orang mati laksana bermimpi. Seumpama mimpinya Indah, kesenangan lah yang ia rasakan. Namun saat terbangun dari tidurnya, yang dirasakan seketika hilang.
“Kita hidup maksimal 100 tahun. Masa kita di kuburan lebih banyak daripada di dunia. Mari kita bersyukur karena Allah SWT telah memberikan kesehatan di dunia untuk memperbanyak bekal untuk akhirat kelak,” paparnya.
Lebih dalam, pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqamah Batuan itu menegaskan bahwa mengkremasi orang yang tiada hingga mengantarkan ke liang lahatnya fardhu kifayah.
“Mengantarkan jenazah ke kuburan agar yang hidup bisa bermuhasabah bahwa kelak akan mati. Jangan sampai malu saat takziah malu saat tidak membawa buah tangan. Kehadirannya menandakan bahwa orang itu turut berduka cita dan mendoakannya. Luruskan lah niat agar yang kita perbuat mendapat pahala,” tandasnya.

