Batang-Batang, NU Online Sumenep
Dalam rangka antisipasi pernikahan dini yang ada di masyarakat sekitar, juga pencegahan problematika kesehatan fisik dan mental pada perempuan serta kemaslahatan hubungan keluarga tanpa adanya proses kematangan, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Sumenep menggelar Seminar Pra Nikah dengan menggandeng SMK Bina Mandiri dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Taufiqurrahman Banuaju Timur, Batang-Batang, Kamis (15/12/2022).
Belajar dari dinamika yang ada hari ini, Ida Wirnarni selaku Bukan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Sumenep mengatkan, usia reproduktif berkeluarga sudah tidak lagi diperhatikan oleh masyarakat yang notabene tinggal desa.
Menurutnya, tradisi Nurbaya masa kini masih dipegang erat oleh masyarakat. Oleh karenanya, pihaknya menghelat seminar ini untuk meminimalisir dampak pernikahan yang belum matang sehingga anak SMA yang menjadi sasaran utama dalam kegiatan tersebut bisa lebih siap dan matang untuk membina rumah tangga yang baik.
“Tujuan program pendewasaan usia perkawinan memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar di saat perencanaan, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi, serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Sabtu (17/12/2022).
Lebih lanjut, seminar ini memberikan pengetahuan pada siswa bahwa menikah tidak hanya sebatas laku pada perjaka tampan. Namun ada banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh mereka sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.
Hal ini senada disampaikan Raudlatun Ketua PC LKKNU Sumenep dalam materi Keluarga Maslahah An-Nahdliyah, menikah tidak hanya sekedar jatuh cinta dan punya anak, tapi butuh kematangan diri untuk berkata siap menjalin bahtera rumah tangga serta ada ketersalingan dalam kehidupan suami dan istri. Dari sinilah tercipta keluarga yang maslahah.
Menyoal pernikahan, Farhor selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat menegaskan, pernikahan sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Sumber yang ada ini harus dipelajari, supaya tidak ada kata talak dikemudian hari. Karena Allah SWT sangat membenci talak.
Seminar Pra Nikah yang mengusung tema ‘Menjemput Jodoh Impian dalam Membangun Keluarga Maslahah’ ini disambut baik oleh Ketua Yayasan Taufiqurrahman Batang-batang, yakni Kiai Wildan Al-Faizi.
“Ke depan kami siap menjadi mitra dan dilibatkan dalam semua kegiatan LKKNU. Kalau bisa nanti pesertanya tidak hanya siswa tapi juga wali siswa,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua panitia Durrotun Hasanah juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang mendukung. Baginya, seminar ini memberikan ilmu pengetahuan yang baru.
“Semoga pengetahuan ini dapat menciptakan keluarga sakinah mawadah wa rahmah,” pungkasnya.

