Image Slider

Asal Mula Penamaan Bhuju’ Gerassem Ganding Sumenep

Langgar Assem dikenal sebagai nama baru di Dusun Duko, Desa Ketawang Laok, Guluk-Guluk Sumenep. Nama tersebut dilekatkan pada Kiai Muhammad Rowi atau dikenal dengan sebutan Bhuju’ Gerassem. Penamaan tersebut karena di sana banyak pohon Asam yang berjejer di sepanjang jalan (berpagar pohon Asam).

Dikisahkan, selain mengajar di langgar, Kiai Rowi kerap kali mengobati masyarakat dengan daun Asam yang jatuh, kemudian dimasukkan ke dalam air untuk dikonsumsi. Filosofi Asam yang kecut itu, mempunyai manfaat yang banyak, antara lain dapat menawarkan air kapur yang pahit, menghilangkan karat besi, dan lainnya. Dari daun itulah masyarakat menyebutnya dengan Bhuju’ Gerassem.

Berbeda dalam bukunya Iwan Kuswandi yang berjudul ‘Jejak Dakwah Para Wali’. Diterangkan di dalam buku itu, nama Gerassem gabungan dari dua kata bahasa Madura, yakni Langgar (Surau) dan Accem (Asam). Dalam dialektikanya, kebiasaan orang Madura mengambil suku kata terakhir. Dinamakan Langgar Assem karena surau yang ditempati sebagai pengajian terbuat dari pohon Asam, seperti meja sebagai alas Al-Qur’an (Katthok). Dengan demikian, dari beberapa riwayat ini memiliki kesamaan.

Dakwah Kiai Rowi

Menurut riwayat yang masyhur, Kiai Rowi ditugas kerajaan Sumenep untuk berdakwah ke arah selatan, tepatnya di Pedukuhan Langgar Assem. Selain mengajar Al-Qur’an, menanamkan akidah, membina akhlak karimah dan menguatkan praktik ibadah, beliau mengawasi dan merawat tanah perdikan milik keraton Sumenep.

Berkat ketawadhuan, keistiqamahan, kesabaran, dan kealimannya terhadap ilmu agama, beliau mendapat simpati dari masyarakat dalam hal memberi pencerahan keagamaan kepada warga.  Selain mendidik umat, Kiai Rowi melakukan tirakat di bawah pohon Asam dengan mengamlakan sebuah amalan, salah satunya adalah Munjiyat. Dari sinilah beliau dikenal Kiai Assem (Gerassem).

Dijelaskan KH Muhammad Sahli Hamid, tidak banyak peninggalannya yang tersisa. Kitab tidak diketahui jejaknya dan berapa situs sejarah yang berubah. Hanya saja yang tersisa saat ini adalah meja kecil yang terbuat dari pohon Asam. Adapun peninggalan lainnya adalah pesantren Langgar Assem yang tetap bertahan sampai saat ini. Meski kecil, Langgar Assem tetap mengalirkan air besar yang kini membentuk sungai dan airnya bisa dinikmati oleh semua masyarakat.

Nasab dan keturunan

Nama aslinya adalah Kiai Muhammad Rowi. Beliau putra dari mendiang Kiai Agung Mandaraga atau dikenal dengan Kiai Syihabuddin atau masyhur disebut Bhuju’ Ramo’ yang dikebumikan di Saregading, Sogiyan, Ambunten. Ibunya bernama Ny Halimah (Ny Dejenah Masjid) binti Kiai Abdul Quddus.

Ny Halimah memiliki saudara yang bernama Kiai Jinhar, Kiai Nur Iman, Ny Dejeh Leke, Ny Tanian Lanjheng. Sedangkan Kiai Rowi dikaruniai 8 keturunan, antara lain: Kiai Dzulqiya, Kiai Baihaqi, Kiai Badrun, Kiai Damah, Kiai Tuha, Ny Limah, Ny Salamah, Ny Suwa. Saudara kandung Kiai Rowi adalah Kiai Saminah dan Ny Dulimah.

Secara nasab, Kiai Rowi bersambung dengan Sunan Ampel. Berikut silsilahnya menurut penelitian Tadjul Arifin Budayawan asal Sumenep. Kiai Muhammad Rowi bin Ny Halimah binti Kiai Abdul Quddus bin Sayyid Abdul Karim (Agung Bhalang) bin Sayyid Syith bin Sayyid Abdul Alim bin Sayyid Kunita bin Sayyid Hasan bin Sunan Cendana bin Sunan Mufti (Kiai Khotib) bin Sunan Derajat bin Sunan Ampel. Bagi peziarah yang ingin nyekar ke makam beliau, maqbarahnya ada di Ketawang Dalemen, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

Menurut silsilah Bani Rowi, keturuannya tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Berikut keturunan yang terkenal antara lain: Dr. KH. Al-Habib Segaf bin Hasan Baharun di Pondok Pesantren Dalwa Raci Bangil Pasuruan, KH Thaifur Ali Wafa pengasuh pesantren Assadad Ambunten, KHR Ahmad Azaim Ibrohimy pengasuh pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR Kholil As’ad pengasuh pesantren Walisongo Mimbaan Situbondo, KH Ramdlan Siraj pengasuh pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto, Kiai M Faizi pengasuh pesantren Annuqayah Al-Furqan Sabajarin Guluk-Guluk, bahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Abdullah Azwar Anas termasuk keturunan Kiai Rowi.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga