Lenteng, NU Online Sumenep
Mengingat intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir yang melanda di Kecamatan Lenteng, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sumenep, Fathol Amin mengimbau kepada Nahdliyin dan Nahdliyat untuk tetap siaga ketika adanya bencana banjir maupun longsor secara tiba-tiba.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai atau tebing untuk siaga dan berhati-hati. Jika perlu untuk sementara waktu pindah ke tempat yang lebih aman,” tuturnya saat dikonfirmasi oleh NU Online Sumenep, Selasa (22/03/2022) malam di kediamannya, Desa Sera Timur, Bluto.
“Jika kita lihat cuaca dengan curah hujan tinggi, banjir kemungkinan terjadi. Oleh karena itu, kita harus tetap waspada bila turun hujan terus menerus, karena kemungkinan musibah banjir bisa datang kapan saja,” lanjutnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, dirinya juga berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan terhadap potensi terjadinya tanah longsor dan banjir.
“Salah satu caranya dengan tidak membuang sampah ke sungai, tidak menebang pohon secara ilegal, menjaga lingkungan, dan tidak perlu panik,” jelasnya.
Dirinya juga mengungkapkan, ada beberapa dampak negatif akibat sampah jika tidak ditangani secara serius oleh berbagai pihak.
“Diantaranya menyebabkan kerusakan ekologis, menyebarkan penyakit, menyebabkan terjadinya banjir, menyebabkan bau tidak sedap atau bau busuk, dan menyebabkan terganggunya estetik suatu daerah,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, mari kita harus menjaga kebersihan agar tidak menimbulkan bencana lainnya,” sambung dia.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, ia menegaskan bahwa jika ada bencana alam, maka segera melaporkan kepada pihaknya. “Kami di LPBINU siap membantu dan mendampingi masyarakat ketika laporannya sudah kami terima,” tegasnya.
Editor : Firdausi

