Image Slider

Begini Pola Gerakan Pengurus NU Gapura dalam Penguatan Kelembagaan Ranting

Gapura, NU Online Sumenep

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura memiliki kegiatan rutinitas yang terus digalakkan dalam rangka penguatan ranting.
Hal ini tertuang dalam agenda silaturrahim Pengurus MWCNU ke sejumlah Ranting yang ada di Kecamatan Gapura dengan melibatkan lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan MWCNU Gapura. Di tahap ini, silaturrahim akan terus dilakukan hingga 6 Mei 2021 mendatang.

Seperti yang dilaksanakan pada Senin malam (19/4/2021) kemarin, salah satu tim yang telah dibentuk melakukan turba ke Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Longos. Bertempat di kediaman Kiai Mohammad Faiz, Ketua PRNU Desa Longos.

Hadir dalam acara tersebut, Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Gapura, mewakili Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU KH. Nahrawi Syukairi, Ketua dan Sekretaris Lembaga Dakwah NU (LDNU) Kiai Juhari dan Kiai Manshur Mas’ud, serta Ketua Lembaga Takmir Masjid NU (LTM NU), Kiai Hasan.

KH. Moh. Alwi, Ketua MWCNU Gapura menuturkan bahwa silaturrahim tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi ranting secara langsung. Karena menurutnya, keberadaan ranting dapat diklasifikasikan pada tiga macam. Pertama, ranting berdaya, dalam posisi ini keberadaan ranting bisa dikatakan aktif karena mampu bergerak dan menebar manfaat, seperti mengadakan pertemuan rutin.

Kedua, ranting aktif. Pada posisi ini, ranting memiliki anggota tetap minimal 75 orang. Dan yang ketiga, yakni ranting yang tidak aktif, atau vakum.

“Maka untuk menjadi ranting yang berdaya, salah satunya adalah membangun kepengurusan yang kompak. Dengan begitu, pengurus akan tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat. Untuk kemudian bisa menuai manfaat,” ujar Kiai Moh. Alwi saat memberikan pengarahan.

Dirinya juga menambahkan bahwa program MWCNU Gapura akan diorientasikan kepada penguatan ranting. Karena itu, ia menekankan agar bagaimana solidaritas internal kepengurusan mulai dibangun, sebab hal itu, menurutnya akan menjadi awal dari terbentuknya ranting yang berdaya.

Tidak hanya itu, dirinya juga memberikan solusi dalam mengembangkan kemandirian ekonomi ranting. Dengan cara membangun kerjasama kuat dalam bentuk nasabah dengan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan (KSPP) Syariah Baitul Maal Wa at-Tamwil (BMT) Nuansa Umat (NU) Jawa Timur, salah satu lembaga perekonomian rintisan MWCNU Gapura yang hingga kini sudah berkembang pesat.

“Kalau bisa, dan ini harus bisa, nantinya semua pengurus ranting harus menjadi nasabah BMT NU. Agar pembagian hasil lebih banyak dirasakan oleh ranting,” imbuhnya.

Sementara itu, Rais MWCNU Gapura, KH Fadhail memberikan langkah strategis dan pola gerakan dakwah yang harus dilakukan agar ranting bisa aktif dan bahkan berdaya untuk umat. Yakni, pertama, memperkuat silaturrahim dengan internal dan masyarakat secara umum.

Kedua, saling menasihati untuk kebenaran dalam rangka memperbaiki satu sama lain. Dan ketiga, mendekatkan diri kepada Allah SWT agar segala sesuatu yang menjadi tanggungjawab dapat dipermudah dan selalu diberikan petunjuk.

Ketiga pola gerakan tersebut tertuang dalam tazawaru ba’dluhum ba’dla, tawashau bil haqqi watawashau bis shabri, dan taqarrub ilallah.

“Pengurus (ranting, red.) harus lebih pro-aktif dalam mengajak warga untuk mengikuti kompolan NU, dengan cara menjaga silaturrahim. Juga, harus mampu memberikan pemahaman kepada warga pentingnya terlibat di kompolan-kompolan NU,” ungkap Kiai Fadhail.

Selain ketiga pola gerakan NU yang disampaikan Kiai Fadhail, juga terdapat unsur penting lainnya, yakni adanya tokoh yang menjadi panutan. Hal ini disampaikan Kiai Juhari, Ketua LDNU MWCNU Gapura.

Dirinya mencontohkan pengaruh dari KH. Syamsul Arifin, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo yang berpesan kepada seluruh santrinya untuk aktif di NU. Beliau berdawuh: Tang santri mun tak norok NU engko’ tak tanggungjawab e akhirat (bagi santri yang tidak ikut NU, saya tidak akan bertanggungjawab kelak di akhirat).

“Ini kata-kata yang membuat saya dan semua santri terdorong untuk aktif di NU,” ungkapnya singkat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep Dapil V Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga meminta agar membangun kesadaran bahwa bukan NU yang butuh, tapi justru kita yang butuh.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga