Saronggi, NU Online Sumenep
Sebelum memasuki Kota Keris atau alun-alun kota Sumenep, rasanya kurang sah jika tidak mampir ke Rujak Syahrini yang viral di berbagai Media Sosial (Medsos), tepatnya di Dusun Daja Lorong, Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi.
Nama aslinya Rummiyati atau disapa ibu Rumi. Warung rujaknya terkenal berkat para pelanggan yang memviralkan dagangannya di berbagai Medsos, baik di Instagram, Facebook, WhatsApp, Twitter, Telegram, dan YouTube.
“Kata pelanggan kami, wajah kami mirip dengan Syahrini. Sehingga nama tersebut melekat diingatan khalayak saat menonton cuplikan video dan koleksi foto di berbagai Medsos,” tegasnya ibu Rumi pada reporter NUOS di kediamannya atau warungnya, Jum’at (9/4/2021).
Semenjak viral di Medsos, warungnya ramai dikunjungi oleh para pelancong, bahkan datang dari luar Jawa, seperti Manado, Maluku, NTB, NTT, Papua, serta dari Mesir atau luar negeri. Dirinya mengutarakan bahwa ia merintis warung rujak tersebut di awal tahun 2020 dengan modal Rp. 700.000,-
“Dulu kami masih belum punya karyawan. Jadi, segala sesuatu kami kerjakan sendiri, sekaligus jadi koki. Alhamdulillah, saat ini warung kami ramai dan bisa menerima pesanan, terutama menerima pesanan online,” imbuhnya.
Salah satu pelanggan menyatakan bahwa seluruh kuliner yang sajikan, harganya ramah di kantong.
“Yang kami tau, dagangannya bu Rumi sangat merakyat. Selain itu rujak, kaldu, dan sotonya mantap,” ujar Andi.
Warungnya buka jam 09.00-17.00 WIB yang menyajikan beragam varian kuliner, yaitu rujak Syahrini, rujak cingur sesuatu, rujak buah cantik, rujak soto ulala, rujak soto tulang, soto ulala, soto kokot sesuatu, soto tulang sesuatu, kaldu ulala, kaldu tulang, Kalsot (kaldu soto) tulang, Kalsot tulang sesuatu, Kalsot maju mundur, Kalsot kokot sesuatu, soto ayam kampung ceker dan spesial, ayam geprek Syahrini, ayam mantan ulala, ceker mercon syantik, bakso syantik, dan bakso mercon tulang.
Selain makanan dan minuman, ibu Rumi mengutarakan bahwa juga menjual kosmetik, pembersih muka, fashion, dan jamu tradisional.
“Jenis dagangan ini kami sengaja tawarkan pada para pelanggan, karena mayoritas pengunjung bukan hanya dari kalangan laki-laki, tetapi perempuan yang gemar bersolek di depan kaca dan getol mengikuti trend masa kini,” pungkasnya.

