Image Slider

Cetak Kader Militan, PSM Instika Guluk-Guluk Gelar Orientasi

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pesantren dapat dikategorikan sebagai lumbung seni musik Islami. Dimensi musikal religi ini tercermin dari nadham gubahan para kiai, yang dibaca oleh santri dalam berbagai kesempatan.

Atas dasar hal itu, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sumenep menggelar Orientasi Anggota Baru (OAB). Kegiatan yang dikhususkan kepada anggota baru ini dipusatkan di kampus putri setempat, Sabtu (29/01/2022).

Acara rutin tahunan ini menghadirkan Siti Zakiya Aji sebagai pemateri. Dirinya menjelaskan terkait sejarah PSM. Disebutkan bahwa PSM merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam seni tarik suara.

“Organisasi intra kampus ini berfungsi sebagai wadah pengembangan potensi dan kreatifitas mahasiswa dalam olah vokal, aransemen, dan koor melalui beberapa program yang telah dirancang dan direalisasikan oleh pengurus PSM,” ucapnya mengawali materi.

Mantan Ketua PSM Instika periode 2017-2018 ini juga mengatakan, pada awalnya PSM ini satu bagian program dari pengembangan bakat dan minat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang saat ini bernama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).

“PSM dibentuk pada periode 2004-2005 dan disahkan pada tahun 2005-2006. Pada awalnya PSM ini merupakan bagian dari BEM. Akan tetapi, pada tahun 2007 PSM resmi menjadi badan yang independen dari BEM. Hal itu dilakukan untuk lebih mengefektifkan kinerja kepengurusan pada periode selanjutnya serta memfasilitasi bakat mahasiswa dengan baik,” ujarnya.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri itu juga menegaskan dari tahun 2007-2009 kegiatan yang dicanangkan oleh PSM sempat vakum disebabkan beberapa hal.

“Penyebab kevakuman itu yaitu Ketua PSM pada masa itu tidak dapat melanjutkan tongkat estafet kepengurusan karena sudah berakhirnya masa perkuliahan dan tidak adanya pembimbing untuk melakukan bimbingan pada latihan rutin PSM,” tegasnya.

Alumni Syu’bah Al-Lughah Al-Arabiyah (SLA) Lubangsa Putri ini juga menjelaskan terjadinya kevakuman juga terjadi disebabkan akibat pengurus PSM yang terlalu sibuk dengan kegiatan pesantren sehingga tidak bisa membagi waktu.

“Pada periode 2010-2012 PSM sama sekali tidak muncul ke permukaan. Sejak dilaksanakannya pergantian kepengurusan, kegiatan yang direncanakan tidak terlaksana dan anggota aktif menjadi tidak jelas. Hal itu terjadi karena pengurus pada masa itu memiliki kesibukan di pesantren sehingga tidak bisa membagi waktunya,” jelasnya.

Di akhir penyampaian, dirinya juga mengutarakan bahwa setelah mengalami kevakuman PSM mulai bangkit dan diundang ke acara-acara Instika dan kegiatan, baik di dalam luar pondok.

Editor : Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga