Ganding, NU Online Sumenep
Habib Musthafa bin Idrus Al-Khirid menegaskan, tidak pengajian sebaik pengajian maulid nabi. Karena maulid menenangkan dan meringankan beban hati seseorang.
Pernyataan yang mengutip dari Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi tersebut disampaikan pada acara peringatan maulid nabi dan Haul Bhuju’ Abd Akhir Arongan di Desa Katawang Daleman, Ganding, Sumenep, Selasa (18/10/2022) yang dipusatkan di area makbarah setempat.
Menurutnya, hadirnya seseorang ke acara maulid menunjukkan kecintaannya pada nabi. Walaupun jamaahnya banyak melakukan maksiat di luar majelis maulid, maka Allah akan dihapus dosanya.
“Dalam sebuah riwayat, jika seseorang melakukan dosa sebanyak 70 kali di luar majelis maulid. Namun saat duduk 1 kali dalam majelis maulid, dosa tersebut dihapus lantaran hadir acara maulid,” ujarnya.
Penceramah asal Kota Malang itu mengibaratkan majelis maulid membeli cabai di pasar. Pasalnya, saat membeli 1 kilogram cabai di pasar, tidak mungkin disortir oleh pedagang.
“Kadang ada yang merah, hijau, kempes, hingga busuk. Sama halnya datang ke majelis maulid, Allah tidak akan membuang yang busuk. Artinya, seluruh jamaah maulid tetap masuk surga. Itulah berakahnya hadir ke majelis maulid,” terangnya.
Dikatakan Habib Musthafa, walaupun seseorang tidak bisa memperingati maulid di rumahnya masing-masing. Cukup hadir ke majelis maulid sudah mendapatkan pahala dari Allah, walaupun tidak tahu apa yang mereka perolehan dari majelis tersebut.
“Mari kita memperingati maulid seperti ulama pendahulu yang menanamkan cinta pada nabi. Hadir ke maulid luar biasa, apalagi kita mengadakannya sendiri dan melibatkan sanak famili dan tentangga,” pungkasnya.

