Image Slider

Begini Cara Dewan Kesenian Sumenep Bumikan Nilai Toleransi dan Moderasi Agama

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Kiai Turmidi, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa toleransi dan moderasi agama patut digaungkan dan membumikannya dalam kehidupan masyarakat. Pasalnya, ketegangan dan ajaran yang memframing kekerasan perlu didudukkan dalam diskursus keilmuan.

Pernyataan ini disampaikan pada acara Seminar Nasional dan Pentas Senir Tadisi dengan tajuk ‘Translasi Budaya Nusantara untuk aktivasi Toleransi dan Moderasi dalam Beragama’, Rabu (19/10/2022) di Aula Asy-Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep.

Menurutnya, seminar nasional dan pentas seni tradisi bagian dari cara ucap dan bentuk pendekatan untuk membangun dialog sehat dan sejuk melalui pendekatan akademik, seni dan budaya.

“Kami menggandeng pesantren karena sejak dulu pesantren mengusung nilai-nilai toleransi sehingga para alumninya tidak terseret pada arus sektarianisme dan radikalisme,” ujarnya.

Di samping itu, kerja sama ini dengan Instika dan Balitbang Diklat Kemenag RI menjadi titik terang implementasi program DKS di bidang edukasi. Juga sebagai upaya menyelaraskan antara seni, kultur, lokalitas, dan masyarakat santri yang notabene menjadi ciri khas masyarakat Madura.

Dijelaskan, dirinya yang berasal dari akar seniman mempunyai cara unik dalam mengusung nilai-nilai toleransi dan moderasi. Salah satunya menampilkan seni tradisi, Macapat Klenengan Madura dan Tari Gambuh Pemungkas yang patut dilestarikan oleh generasi masa kini.

Hal ini dimaksudkan, Kabupaten Sumenep sebagai satu kawasan yang memiliki
tradisi kesenian dan budaya yang berurat-berakar pada tradisi pesantren dan keraton, wajib dieksplorasi lebih jauh untuk dipentaskan dalam pagelaran budaya dan diperbincangkan di dalam forum akademik atau ruang publik.

“Semoga di masa mendatang kekayaan maupun keunikan kesenian tradisi di Kabupaten Sumenep yang berurat-berakar pada Tradisi Islam Nusantara menjadi alternatif simpul atau landasan ideal dalam bermasyarakat dan beragama,” tandasnya.

Pewarta: Fathollah
Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga