Image Slider

IPNU-IPPNU Darul Ulum Lenteng Dilantik, Cinta Tokoh NU Harus Mengenal Kepribadian dan Pengabdiannya

Lenteng, NU Online Sumenep

Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Yayasan Darul Ulum  melaksanakan pelantikan dan seminar dengan tema “Terpatri Kokoh dalam Hati, Mengenal Sang Pendiri” pada Ahad di Lenteng Barat, Lenteng, Sumenep (14/02/2021).

Pelantikan  Pimpinan Komisariat (PK) IPNU dan  IPPNU Yayasan Darul Ulum ini merupakan pelantikan perdana yang berhasil dilantik oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Lenteng masa khidmat 2020-2022.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan serah terima jabatan dari  Ketua PK IPNU-IPPNU Yayasan Darul Ulum masa khidmat 2020-2021 kepada Ketua baru PK IPNU IPPNU Yayasan Darul Ulum masa khidmat 2021-2022.

Pelantikan PK IPNU IPPNU Darul Ulum ini dihadiri oleh pengasuh Yayasan Darul Ulum, Kepala MI Yayasan Darul Ulum, PC IPNU IPPNU Sumenep, PAC IPNU IPPNU Lenteng, PK IPNU IPPNU Se- Kecamatan Lenteng.

KH Sofi Yahya selaku pengasuh Yayasan Darul Ulum dalam sambutannya menyampaikan terimakasih yang mendalam kepada pengurus PC IPNU-IPPNU Sumenep dan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Lenteng yang telah melantik anak asuhnya dalam pengabdiannya terhadap NU.

“Saya titip kepada kalian para pengurus Nahdhatul Ulama yang mana sebagian kalian memang adalah Alumni Darul Ulum, rangkul mereka dalam mengabdi terhadap NU karena sejatinya mereka masih anak – anak dan perlu untuk dibimbing,” jelasnya kepada hadirin.

Acara dilanjutkan dengan seminar yang  dikemas dengan seminar panel. Adapun pematerinya terdiri dari tiga pemateri yaitu Nyai Hj. Sulhan, rekan Moh. Ali Fikri dan Sahabat Wasilurrahman. Mereka semua mengupas tuntas kisah perjuangan para tokoh besar Nahdhatul Ulama kepada kalangan pelajar. 

Sementara itu, Nyai Hj Sulhah,  yang juga merupakan pengasuh Yayasan Darul Ulum menceritakan dengan lugas  tokoh-tokoh besar Nahdatul Ulama dan yang memang diakui sebagai pahlawan Nasional, yakni KH Hasyim Asy’ari.

“Kita sebagai pengabdi NU, khususnya kalian yang berkhidmat melalui IPNU-IPPNU tidak boleh buta terhadap sejarah tokoh – tokoh besar NU. Kecintaan akan semakin tumbuh apabila kita mengenal secara dalam pribadi atau perjalanan beliau dalam pengabdiannya,” ungkapnya.

Moh Ali Fikri, perwakilan dari PC IPNU Kabupaten Sumenep lebih spesifik mengupas tentang pendiri NU di kabupaten Sumenep, KH Abi Sudjak dan KH. Moh. Ilyas. 

Wakil Ketua IV PC IPNU Sumenep tersebut juga merekomendasikan kepada kader kadernya agar membaca buku berjudul “Kerapun Bisa Mengaji ” yang merupakan satu-satunya buku yang mengupas tentang sejarah kiai Abi Sudjak.

Sementara, sahabat Wasilur Rohman menegaskan agar para pelajar bersikukuh mengabdi di NU.  “Jangan sesekali keluar dari NU, jangan sesekali keluar dari IPNU IPPNU karena barang siapa yang memusuhi NU maka dia akan hancur,” pungkas Ketua Ansor Kecamatan Lenteng  tersebut.

Pewarta: Rofiqi
Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga