Kota, NU Online Sumenep
Gebyar Muharram 1447 H yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep semakin semarak dengan hadirnya Lomba Hias Tumpeng antar Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Sumenep.
Lomba yang berlangsung di aula kampus STIT Aqidah Usymuni Pandian ini menampilkan beragam kreasi tumpeng penuh warna dan makna.
Tak sekadar menonjolkan estetika, tumpeng-tumpeng tersebut menjadi simbol syukur dan kearifan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Nahdliyin.
Setiap PAC hanya diwakili dua orang kader untuk masuk ke area perlombaan. Menariknya, peserta ditantang untuk menghias tumpeng dengan anggaran maksimal Rp50.000 dan alokasi waktu pengerjaan hanya 45 menit.
Sekretaris PC Muslimat NU Sumenep, Siti Asiyah, mengatakan bahwa lomba ini bertujuan untuk melatih kreativitas para kader dalam mengolah sesuatu yang sederhana menjadi istimewa.
“Dengan anggaran yang minim, kita ingin melihat sejauh mana kreativitas ibu-ibu Muslimat dalam menata hidangan khas selamatan ini,” ujarnya.
Dewan juri berasal dari kalangan profesional di bidang usaha katering, menilai berdasarkan estetika, kerapian, kreativitas, dan kesesuaian tema.
Lomba Hias Tumpeng ini dimenangkan oleh PAC Muslimat NU Kota Sumenep sebagai juara 1, kemudian PAC Muslimat NU Pragaan juara 2 dan PAC Muslimat NU Ambunten sebagai juara 3. Semangat kekompakan, pemberdayaan, dan optimisme tampak mewarnai seluruh rangkaian acara hingga usai
Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Muharram 1447 H, yang juga mencakup berbagai kegiatan edukatif seperti Lomba Pemahaman Dasar PDPRT, Lomba Hadrah Banjari, serta kegiatan sosial dan keagamaan seperti Khatmil Qur’an, santunan anak yatim, dan Peresmian Program Mustika Segar.
Puncak acara akan ditutup dengan Pengajian Umum Keagamaan, yang saat ini masih dalam tahap finalisasi teknis oleh panitia.

