Judul Buku : Ajaran Kiai Gontor: 72 Wejangan Hidup K.H. Imam Zarkasyi
Penulis : Muhammad Ridlo Zarkasyi
Cetakan : April, 2021.
Penerbit : Rene Islam
Tebal buku : 248 Halaman
ISBN : 978-602-1201-75-6
Presensi : Uswatun Hasanah BS*
“Hidup itu perjuangan.
Hidup tanpa perjuangan
bukan hidup namanya.”
Begitulah kira-kira salah-satu penggalan kata yang disampaikan oleh KH. Imam Zarkasyi Pendiri Pondok Pesantren Modern Gontor seakan menjadi cambukan keras pada pembaca buku ini. Pondok Modern Gontor merupakan lembaga pendidikan untuk mencetak Guru dan Ulama’ yang intelektual. KH Imam Zarkasyi merupakan pendiri dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur. Dikenal sebagai aktivis dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik kenegaraan, pun produktif dalam bidang entrepreneurship. Jadi, tak ayal jika Muhammad Ridlo Zarkasyi putra bungsu dari perintis Pondok Modern Gontor ini memproyeksikan buku yang berisi tentang pemikiran dan wejangan terkait kemandirian dan kewiraswastaan di buku ini.
Menurut KH. Imam Zarkasyi, agar guru dan ulama’ tidak terganggu dalam berdakwah dan mengajar dengan ada-tidaknya bayaran atau iuran, maka mereka dituntut untuk mandiri secara finansial atau tidak menggantungkan kebutuhan hidup pribadinya pada kegiatan dakwah atau mengajarnya. Karena Itulah, semua santri di Pondok Modern Gontor juga dididik tentang kemandirian dan kewiraswastaan untuk bekal hidupnya di tengah-tengah masyarakat.
Materi Kewiraswastaan dicontohkan langsung dalam kehidupan sehari-hari kiai Imam Zarkasyi dan para santri tanpa diajarkan dalam bentuk kurikulum di kelas. Seperti pengelolaan unit usaha yang melayani semua kebutuhan santri dilakukan oleh santri itu sendiri, dengan kebiasaan laporan pengelola unit usaha secara terbuka ke santri tiap tahunnya. Hal itu semata-mata dilakukan untuk mendidik nilai-nilai kemadirian itu sendiri.
Selain itu, pada hari-hari terakhir sebelum lulus dari Kulliyatul Mu’allimin Al-islamiyah (KMI) yang setara dengan SMP/SMA di pondok pesatren Gontor, para santri dibekali pengetahuan tentang aneka ragam unit dan sektor usaha. Hal ini dinamakan “Rihlah Iqtishadiyyah/Ekonomic Study Tour“. Isi dari Rihlah ini tentang kemandirian dan bagaimana seorang guru atau ulama’ harus hidup dan mencari penghidupan nantinya di masyarakat. Salah-satu sumber tulisan buku ini, yaitu pada moment rihlah ini yang berisi tentang beberapa pidato. Beberapa pidato dan nasehat KH. Imam Zarkasyi yang menjadi doktrinasi tersendiri di dalam menumbuhkan sikap mental mandiri dan berwiraswasta.
“Kemandirian adalah kata yang sering saya dengar dari pidato KH. Imam Zarkasyi. Dari masa kecil sampai dewasa, beliau mendidik anak-anaknya dengan cara berbeda-beda. Pendidikan yang keras dan tegas waktu kecil merupakan dasar untuk menegakkan ketaatan pada nila-nilai yang didoktrinkan”. Seperti itulah gambaran didikan seorang kiai Gontor KH. Imam Zarkasyi menurut Muhammad Ridlo Zarkasyi, selaku putra bungsu beliau dan penulis dari buku ini.
Jadi, ajaran yang diterapkan oleh sosok seorang kiai Gontor ini, tentang kemandirian dan kewiraswastaan pada anak-anaknya dan para santrinya. Karena bagi beliau sifat mandiri dan berwirausaha merupakan sebuah sistem hidup agar dapat menjadi manusia bebas yang kreatif, berintegritas dan bermanfaat bagi orang lain.
Buku yang berisi kumpulan prinsip hidup ini tak ubahnya seperti kompas rujukan yang selalu dipegang oleh para santri Gontor dan alumni-alumninya. Sebanyak 72 wejangan atau nasehat yang tersaji didalamnya. Merupakan sebuah rahasia dibalik fenomena banyaknya alumni atau jebolan Pondok Modern Gontor yang meraih kesuksesan di berbagai bidang masing-masing.
Sumber rujukan buku, sebagai anak bungsu dari sebelas bersaudara ini, selain didapat wejangan langsung dari Abanya, juga diambil dari catatan beliau yang berserakan diantara arsip-arsip yang belum tertata rapi hingga kini, serta dari beberapa pidato nasehat hasil dari salinan rekaman kaset yang didengarkannya.
Selain itu, tujuan buku yang pertama kali diterbitkan pada November 2011 dengan judul “Virus” Entrepreneurship Kiai, dan diubah dengan judul baru menjadi “Ajaran Kiai Gontor” ini, adalah dalam rangka ikut memeriahkan peringatan 90 tahun Pondok Modern Gontor. Sebagai wujud syukur atas konsistensi dan eksistensi Gontor hingga bisa menginjak usia ke-90 tahun.
Buku ini sangat cocok dibaca oleh pihak kalangan apapun, terlebih para Guru dan orang tua sebagai teladan wejangan atau nasehat bagi anak-anaknya. Pun juga untuk para santri ataupun pelajar yang masih setia menimba ilmu di berbagai instansi pendidikan. Semata-mata untuk merubah mindset hidup menjadi pribadi yang sukses, berani, dan bermanfaat bagi banyak orang. Meski dalam buku ini ada beberapa kata yang sulit untuk dimengerti apa maksudnya, tetapi hal itu tak menjadikan buku ini tidak layak untuk dibaca, artinya tetap asyik untuk disimak dan dijadikan pedoman hidup.
*Penulis adalah Mahasiswi INSTIKA, Aktif Di Komunitas Kumpulan Baca, Nulis, dan Diskusi (Kuba Nudis) PP. Annuqayah Kusuma Bangsa Putri.

