Image Slider

Menuju Hari Santri 2021, Berikut Makna Filosofis Logo dan Temanya

Kota, NU Online Sumenep

Setiap tahun, momentum Hari Santri Nasional (HSN) diperingati dengan penuh semangat. Meski sejak dua tahun terakhir terkendala oleh pandemi Covid-19. Namun tidak menyurutkan geliat berbagai pondok pesantren dan instansi lainnya memperingati hari bersejarah dalam kemerdekaan republik Indonesia itu.

Tahun ini Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan logo resmi HSN 2021. Logo tersebut merupakan hasil dari kompetisi desain dan diluncurkan saat Kick Of Hari Santri 2021 Nahdlatul Ulama, Rabu (8/9/2021).

Ketua RMI PBNU, KH. Abdul Ghofar Rozin mengatakan, sejak dicetuskannya HSN tahun 2015, pihaknya secara istiqamah memperingati momentum bersejarah kaum sarungan itu dengan sangat meriah.

“Tetapi kami di RMI PBNU berharap bahwa waktu ini dan pada tahun-tahun ke depannya kita memperingati hari santri ini, selain dengan gegap-gempita juga dilengkapi dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya memberdayakan para santri,” ungkapnya seperti dilansir jatim.nu.or.id.

Logo yang dimenangkan pada momentum peringatan HSN 2021 ini berbentuk tetesan air jernih yang memberikan kesejukan dan kesehatan, dengan lafadz ‘Santri’ dalam tulisan Arab. Keberadaan air tentu menjadi sumber kekuatan dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun kelompok. Itulah yang kemudian menjadi entitas sosok santri di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Santri dan pesantren selama ini menjadi lentera bagi kehidupan berbangsa dan bernegara melalui mainstreaming Islam Rahmatan lil Alamin. Karena itu kiprahnya dalam mendidik dan memberdayakan kehidupan sosial terbukti menjadi kekuatan besar bagi negara, sejak dari resolusi jihad sampai saat ini.

Logo tersebut juga menyiratkan kolaborasi dan komunalisme yang menjadi ciri kuat santri, sehingga dalam masa pandemi ini menjadi kekuatan untuk bersama-sama menuju new normal.

Sementara itu, tema atau tagline yang ditetapkan adalah ‘Bertumbuh, Berdaya, Berkarya’. Menggambarkan karakteristik dan nilai-nilai yang tersirat dalam dunia kepesantrenan. Entitas pesantren tetap istiqamah dan terus berkembang sejak abad ke-14 hingga saat ini, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Pesantren juga berdaya dan mandiri baik secara nilai (subkultur), tata kelola, dan ekonomi. Serta memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga pesantren dengan masyarakat sekitarnya saling menguatkan.

Pesantren juga terus berkarya seperti lahirnya sejumlah kitab dari pesantren. Tak hanya itu, sejumlah kreativitas dan inovatif juga banyak lahir dari pesantren.

Dalam konteks pandemi Covid-19 ini, tagline ini mengandung harapan agar santri dan pesantren dapat segera bangkit.

Pada 22 Oktober 2021 mendatang, Hari Santri Nasional akan diperingati dengan penuh semangat dan gegap gempita. Tentunya dengan berbagai kegiatan yang memiliki dampak positif santri, pesantren dan masyarakat secara umum.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga