Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Muhadharah di Pondok Pesantren Annuqayah Latee I Guluk-Guluk Sumenep menjadi wadah untuk mengasah kreativitas, inovasi, sekaligus keberanian santri dalam menampilkan bakat yang dimiliki, Sabtu (26/09/2026).
Kegiatan yang digelar setiap setengah bulan ini memberikan ruang bagi santri untuk berekspresi dan belajar tampil di depan umum.
Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee I Dina Kamilia mengatakan bahwa melalui Muhadharah, santri tidak hanya dilatih berpidato, tetapi juga mengembangkan berbagai kemampuan.
“Ada juga penampilan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Madura, dan Bahasa Indonesia. Selain itu, kegiatan tersebut diisi dengan tari daerah, yel-yel, melodi, drama, hingga teater,” jelasnya.
Menurutnya, tujuan utama Muhadharah adalah mengasah kreativitas dan inovasi santri. “Tanpa adanya kegiatan ini, bisa jadi bakat-bakat yang mereka miliki akan terpendam dan tidak terekspos,” ujarnya.
Dina Kamilia menambahkan, antusiasme santri dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi.
“Pelaksanaan yang dilakukan setiap setengah bulan membuat berbagai penampilan dalam Muhadharah menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan para santri,” tambahnya.
Kegiatan tersebut, lanjut Dina Kamilia, juga memberikan dampak terhadap kepercayaan diri santri.
“Mereka mulai lebih berani tampil di depan umum dan terdorong untuk memberikan penampilan yang lebih kreatif dari kelompok sebelumnya,” lanjutnya.
Meski demikian, masih terdapat tantangan, terutama dari faktor internal santri. “Sebagian anggota kelompok terkadang masih merasa malu atau kurang bersemangat untuk tampil di depan umum. Karena itu, diperlukan latihan dan dukungan antarsantri agar mereka semakin percaya diri,” tandasnya.
Ia berharap Muhadharah dapat terus menjadi wadah pengembangan kreativitas dan inovasi santri Pondok Pesantren Annuqayah Latee I.
“Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi santri ketika nantinya terjun dan berkontribusi di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Lukmanul Hakim

