Image Slider

NU Batuputih Peringati Isra’ Mi’raj dengan Ngaji Kitab Dardir Mi’raj

Batuputih, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Batuputih Peringati Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan khataman kitab Hasyiyah Ahmad Dardir Qishshatil Mi’raj. Ahad (27/2/2022).

Ngaji Kitab karya Syekh Najmuddin Al-Ghoidzi itu dilaksanakan di kediaman salah seorang Wakil Ketua MWCNU, KH. Ali Wafa, Pengasuh Pondok Pesantren Mathalibul Ulum, Dusun Gunung Tengah Desa Batuputih Daya Kecamatan Batuputih. Di ampuh oleh KH. Hatim Al-Asham, Rais MWCNU Batuputih.

Ketua MWCNU Batuputih, KH. Ali Wafa Erfan mengatakan, ngaji Kitab Dardir Mi’raj kali ketiga dilaksanakan selama masa jabatan kepengurusannya. Ia berharap kepada jamaah pengajian, bisa mengambil hikmah dari perjalanan suci yang ditempuh Nabi Muhammad SAW itu.

“Kami memohon kepada para jamaah untuk menyimak dengan seksama kisah-kisah perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Sehingga nantinya bisa mengambil hikmah penting dan menjadi refleksi bagi kita untuk saling memperbaiki diri,” pintanya.

Dalam kitab Dardir Mi’raj, dijelaskan Kiai Hatim, bahwa perjalanan suci yang ditempuh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian dilanjutkan menuju Sidratil Muntaha membawa misi penting. Di antara misi penting tersebut adalah perintah untuk melaksanakan Shalat lima waktu.

“Perjalanan suci ini membawa misi penting tentang perintah Allah SWT yang disampaikan secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW tentang Shalat lima waktu,” ujarnya saat memulai penjelasan kitab.

Atas dasar itulah, melaksanakan Shalat bagi umat Islam, menurut Kiai Hatim, merupakan kewajiban yang mutlak. Karena yang semula Allah SWT memerintahkan 50 kali dalam sehari, oleh Rasulullah SAW ditawar hingga lima kali waktu shalat dalam sehari.

“Betapa besar kasih sayang dan kepedulian Nabi Muhammad SAW kepada kita sebagai umatnya. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk meninggalkan shalat,” terangnya.

Kiai Hatim juga memberikan ijazah amalan doa kepada para jamaah yang hadir, tatkala dilanda kesusahan tanpa adanya sebab yang jelas, hendaknya membaca لا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ sebanyak 70 ribu kali. Kemudian titipkan ke air dan minum.

“Kalimat ini merupakan tanaman di surga. InsyaAllah dengan izin-Nya ada jalan,” imbuhnya.

Khataman Kitab Dardir Mi’raj tersebut diikuti oleh delegasi lembaga dan badan otonom serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Batuputih. Di awali dengan tawassul kepada Muassis NU, shalawat bersama, ngaji kitab dan dipungkasi dengan pembacaan doa penutup.

Pewarta: Mahrus
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga