Pragaan, NU Online Sumenep
Mahasiswa Study Kerja Lapangan (SKL) Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (STIDAR) Ganding, tiba di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Selasa (15/12/2020) jam 08.00 pagi, yang diantarkan oleh beberapa dosen dan civitas akademika. Rombongan disambut oleh jajaran pengurus harian MWCNU, Lembaga, dan Badan Otonom NU setempat.
Dalam sambutannya, pembina SKL Ustadz Khamsil Laila memasrahkan mahasiswanya untuk belajar pengalaman dakwah sosial di Kecamatan Pragaan, terutama di lingkungan NU.
Menurut mantan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bluto ini, mahasiswa SKL ditugasbelajarkan di Pragaan untuk mendalami tiga hal, antara lain:
Pertama, ingin mengetahui kondisi realitas sosial guna ploting program pengembangan masyarakat Islam di masa yang akan datang. Kedua, untuk mengidentifikasi permasalahan dan tantangan sosial sebagai proyeksi keadaan masyarakat masa depan. Ketiga, ingin memahami penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapat di perkuliahan dalam berbagai aspek sosial.
Menurut pandangannya, Kecamatan Pragaan dipilih sebagai obyek SKL karena dalam pandangannya, NU Pragaan merupakan sentral ilmu kemasyarakatan yang terdengar aktif dalam pemberdayaan masyarakat.
“Saya titip mahasiswa SKL STIDAR di MWCNU Pragaan. Mohon petuah dan bimbingan dari masyaikh Pragaan yang pengalaman belajarnya lebih banyak di lingkungan masyarakat,” tuturnya mantap.
Sambutan balasan disampaikan oleh KH. Asy’ari Khatib. Wakil Ketua MWCNU Pragaan tersebut menyatakan siap membantu mewujudkan pengenalan realitas sosial yang diinginkan.
“Bukan hanya tujuannya tercapai, melainkan juga akan membantu mencapai yang diinginkan secara maksimal,” ungkap guru senior Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini.
NU menurut beliau, bukan hanya jamiyah diniyah melainkan juga jamiyah ijtimaiyah, di mana praktik keagamaan harus masuk ke setiap detak jantung kehidupan masyarakat.
“Dakwah di NU itu tak hanya bil lisan tapi juga bil hal yang masuk ke sendi-sendi sosial masyarakat,” tambahnya.
Selanjutnya, kehadiran mahasiswa SKL selain menyerap pengalaman belajar di masyarakat, juga secara timbal balik bisa membantu NU Pragaan baik dibidang administrasi maupun pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
“Prinsipnya take and give, saling memberi dan menerima. NU menerima pengalaman study di kampus. Mahasiswa menerima pengalaman belajar di masyarakat,” imbuhnya lagi.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut menyatakan dengan tegas, menerima dengan lapang dada mahasiswa STIDAR di NU Pragaan.
“Semoga para mahasiswa bisa mendapatkan manfaat lebih dari yang sekedar dibayangkan,” pungkasnya mengakhiri sambutan.
Pewarta: Ach Subairi Karim
Editor: Firdausi

