Bluto, NU Online Sumenep
Momentum Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-76 banyak dimanfaatkan banyak kalangan untuk berbuat kebaikan. Salah satunya dilakukan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Hal tersebut dilakukan dengan menyalurkan santunan kepada anak yatim, fakir miskin dan dluafa, Kamis (19/08/2021). Sebelumnya, juga telah dilakukan ajakan kepada seluruh warga desa untuk berpuasa sunnah Tasu’a dan Asyura. Ajakan dimaksud melalui sebaran di grup WhatsApp Pemuda Lobuk dan di pertemuan kelompok pemuda, Selasa (17/08/2021).
Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh mengatakan, bahwa kemajuan desa tidak hanya didukung dengan pemerintahan yang baik, tetapi juga dari unsur masyarakat yang aktif mendorong terwujudnya cita-cita tersebut. Termasuk Ansor Desa Lobuk yang terus memberikan terobosan dalam menjalankan program, utamanya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas upaya yang dilakukan pemuda NU di Desa Lobuk ini,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, Rasidi selaku Pembina PR GP Ansor Lobuk menuturkan, bahwa program-program yang berbasis analisis sosial (Ansos) semacam ini harus terus digalakkan dan dilestarikan.
“Mengingat, dampak yang dihasilkan benar-benar nyata dirasakan oleh masyarakat di akar rumput,” kata Mantan Bendahara PC GP Ansor Sumenep ini.
Sementara itu, Ketua PR GP Ansor Lobuk, Rifqi Gufron Firdaus menyebutkan, bahwa berpuasa Tasu’a dan Asyura selain melestarikan Sunnah Nabi, juga untuk melatih kepekaan sosial bahwa di lingkungan sekitar masih banyak yang kesusahan. Bahwa masih banyak warga yang sulit mencari makan, bahkan sampai kelaparan.
“Dengan berpuasa sejatinya kita juga merasakan lapar yang mereka alami, sehingga jiwa sosial kita tumbuh untuk berbagi dengan sesama, khususnya di masa pandemi,” ungkapnya.
Terkait dengan santunan, tambah Rifqi, merupakan lanjutan dari kegiatan ajakan puasa sebelumnya, serta sebagai wujud memperingati Kemerdekaan RI ke-76. Karena menurutnya, subtansi merdeka itu tidak hanya bebas dari penjajahan, melainkan juga bebas dari kelaparan. Makanya, pada momentum ini juga dilakukan dengan berbagi pada sesama.
Disebutkan bahwa, santunan tersebut berupa beras 3 kilogram dan uang tunai. Santunan diberikan kepada 17 anak yatim, fakir miskin, dluafa di desa setempat.
“Dan dipilihnya angka 17 tersebut sebagai simbol tanggal kemerdekaan Indonesia 76 tahun yang lalu,” jelasnya.

