Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Kiai M Halimi Ishomuddin, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan mengajak kepada seluruh alumni dan santri untuk mengejar berkah dan menebar maslahah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Peringatan Setengah Abad Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan Guluk-Guluk dengan tajuk ‘Setengah Abad: Perkuat Sanad Keilmuan dengan Masyaikh’. Selasa, (10/05/2022) di halaman pesantren setempat.
Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu mengimbau kepada alumni dan santri untuk merekatkan ukhuwah dan menjaga soliditas.
“Tirulah apa yang dipraktikkan oleh almarhum KH Moh Ishomuddin AS yang ikhlas, sabar, wara’ dan telaten saat mentransfer keilmuannya di Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Bawalah Lubsel ke depan lebih baik,” ujar Kiai Halimi saat memberi tausiyah.
Di kesempatan yang berbeda, Durhan, Ketua Panitia Pelaksana menjelaskan, umur Lubangsa Selatan sudah 50 tahun (1972-2022). Untuk itu, ia bersama tim redaksi sudah menyusun sejarah pesantren yang siap cetak. Penulisan digarap sekitar 2-3 tahun terakhir.
Dosen Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini menjelaskan bahwa acara ini digelar karena adanya desakan alumni agar Milad ke-50 disyukuri.
“Alhamdulillah, kegiatan ini didukung murni oleh alumni dan wali santri. Tak ada satupun sponsor yang mengikat,” tegas Durhan yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kaduara Timur, Pragaan.
Pada saat yang sama, KH Muslih Alif, Koordinator Persatuan Alumni, Santri dan Simpatisan (PESAN) mengatakan, temu alumni tidak sampai di sini. “Jangan menunggu 50 tahun. Mari kita agendakan beberapa tahun ke depan,” pintanya.
Sebelum hari puncak yang diisi pengajian agama oleh KH Abdullah Samsul Arifin. Panitia menghelat khatmik Qur’an di maqbarah KH Moh Ishomuddin AS di Kusuma Bangsa. Dilanjutkan dengan ngopi bareng bersama jajaran masyaikh.

