Batang-Batang, NU Online Sumenep
Haflatul Imtihan Madrasah Ghayatul Anwar (HIMAGHA) 2026 resmi dibuka. Kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H tersebut berlangsung khidmat dengan menghadirkan prosesi penyalaan dhamar kambang atau lentera tradisional. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Madrasah, tepatnya di Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Selasa (16/6/2026) malam.
Mengusung tema ‘Merawat Tradisi, Membangun Generasi’, kegiatan pembukaan HIMAGHA 26 menghadirkan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, pembukaan dilakukan dengan prosesi penyalaan dhamar kambang yang menjadi simbol harapan, doa, dan semangat dalam menyongsong seluruh rangkaian kegiatan haflatul imtihan.
Ketua Panitia HIMAGHA 2026, Abd Malik, menjelaskan bahwa konsep pembukaan tersebut lahir dari keinginan panitia untuk menjaga tradisi sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Pembukaan HIMAGHA 26 merupakan wujud kepedulian panitia terhadap tradisi yang perlu dilestarikan dan bagaimana mengambil kebiasaan baru yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi tidak boleh berhenti sebagai kenangan masa lalu, tetapi harus terus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, panitia berupaya memadukan nilai budaya, keagamaan, dan kreativitas dalam pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Pengasuh Madrasah Ghayatul Anwar, Lora Syifa Ubaidillah, menyebut penyalaan dhamar kambang yang disertai penaburan beras kuning menjadi simbol doa dan harapan bagi suksesnya seluruh rangkaian HIMAGHA 2026.
“Pembukaan Haflatul Imtihan Madrasah Ghayatul Anwar atau HIMAGHA 2026 ini dengan menyalakan dhamar kambang merupakan hal baru dalam perayaan tahunan. Dengan harapan dan doa, kita memohon agar acara haflatul imtihan ini penuh barokah, sukses, dan selamat hingga akhir acara,” tuturnya.
Ia berharap cahaya dhamar kambang tidak hanya menerangi malam pembukaan, tetapi juga menjadi simbol cahaya ilmu, akhlak mulia, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar Madrasah Ghayatul Anwar.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Yayasan Al-Hikmah, Ustadz H Suninto. Menurutnya, inovasi yang dilakukan panitia patut mendapat dukungan karena tetap berakar pada nilai-nilai tradisi dan pendidikan.
Ia berharap kegiatan yang mengandung nilai kebersamaan, pendidikan, dan pelestarian budaya tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga menjadi ciri khas Madrasah Ghayatul Anwar dalam setiap penyelenggaraan haflatul imtihan.
Dengan semangat ‘Merawat Tradisi, Membangun Generasi’, HIMAGHA 26 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus agar siap menghadapi masa depan tanpa melupakan akar budaya dan tradisi yang diwariskan para pendahulu.
“Dari cahaya dhamar kambang, lahir harapan. Dari tradisi yang terjaga, tumbuh generasi yang berjaya.”pungkasnya.

