Pasongsongan, NU Online Sumenep
Banyak cara yang dilakukan lembaga pendidikan untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang baik dan positif guna meningkatkan kecerdasan santri.
Salah satunya, sebagaimana yang dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Arriyadhah Campaka, Pasongsongan yang mengemas kegiatan dengan Pondok Ramadhan (Pondhan). Kegiatan ini dimulai pada 06-20/04/2022.
Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Arriyadhah Campaka, Amiruddin mengatakan tujuan diadakannya Pondhan yaitu untuk mampu membangkitkan kecintaan santri terhadap bulan Ramadhan.
“Sehingga, santri dapat mengenal betul terhadap eksistensi dari bulan Ramadhan dan santri tidak lagi malas untuk melaksanakan ibadah puasa serta ibadah yang lainnya,” katanya kepada NU Online Sumenep, Sabtu (09/04/2022) di kantor setempat.
Di samping itu, lanjut Ketua Panitia Pondhan Arriyadhah Campaka ini, juga untuk meningkatkan kecerdasan santri melalui ngaji kitab kuning, belajar ilmu Tajwid, serta memperdalam bahasa Arab dan Inggris.
“Dari itu muncullah pengetahuan yang dapat menjadi sarana untuk meninggikan agama Allah SWT serta bisa berinteraksi dengan sesama, sehingga timbul interaksi yang baik di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.
Dirinya juga berharap, agar kegiatan rutin tahunan itu menjadikan para santri terbiasa dalam hal melakukan kebaikan secara istiqamah.
“Dengan terbiasa melakukan sesuatu tanpa terpaksa, maka para santri akan menjadi pribadi yang istiqamah dalam beribadah. Baik ibadah wajib maupun sunah,” terangnya.
Dirinya juga menambahkan, tindak lanjut dari kegiatan ini yaitu adanya pembiasaan melestarikan kegiatan positif setelah pelaksanaan Pondhan, baik bagi para dewan guru maupun santri.
“Alhamdullilah, semenjak tahun 2020 kegiatan yang terlaksana tetap diaplikasikan sehari-hari dalam proses pembelajaran di sekolah. Seperti shalat Dhuha dan Dzuhur secara berjamaah serta menghafalkan Al-Qur’an,” pungkasnya.
Sekadar informasi, peserta Pondhan tahun ini diikuti oleh 19 orang santri dan 10 orang santriwati. Mereka semuanya berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda.
Editor: A. Warits Rovi

