MALAM-MALAM PENUH CEMBURU
Duhai lukaku
Duhai sepiku
Duhai malamku
Duhai yang tak aduhai
Aku mengadu lewat sajak ini
Karena tak ada yang memahami selain Engkau ya Rabbi
Setelah semuanya tak indah lagi
Kesementaraan ini semakin membuat hati tersakiti
Hanya Engkau yang abadi
Duhai engkau yang telah menanam harapan
Ketika tak ada yang bisa diharapkan
Malam-malam penuh cemburu
Sampai redup fajar berlalu
Duhai yang Aduhai….
Sekujur ruh ini, mataku hanya tertuju kepada-Mu
22 Juli 2021
SEMESTA MENDUNG
Sebening hujan yang turun pagi ini menyeka lelah
Setelah kabar tentang engkau meruntuhkan detak jantung
Aku menikmati setiap getir menjadi ribuan merpati yang terbang tinggi
Rekreasi dalam sunyi berucap selamat pagi
Duhai mataku makin tajam
Menampung semesta mendung di atas atap-atap rumah
Kemudian lenyap disambar gairah
Seperti senyummu yang terkadang menampar wajah lebih dahsyat dari kedip halilintar
Lalu kubuang jauh tertimbun melati meski bau ketiakmu tetap liar
Hujan meski sebentar tapi subuhku terus mekar
Telah menumbuhkan tunas cinta di hamparan jiwa
Menjadi pohon-pohon yang tegak di angkasa menjulang sampai Sidratul Muntaha
Jumat, 5 Nopember 2021
KIMIA HATI
Dalam diri manusia ada sekerat daging bernama hati
Jika hati itu dirawat akan tumbuh subur menghadirkan keajaiban
Jika dibiarkan ia akan bebas berkeliaran dalam kegelapan
Ny Cettir, Kiai Kholil belajar sama Nabi Hidir
Memroses kimia diri menjadi gairah Ilahi
Bukan menunggu takdir apalagi sihir
Karena cemerlang jiwa yang tertata
Kimia peradaban akan tumbuh di sini
Bersama harkah aplikasi asri menuju masa depan berseri
21 Juli 2021
Kurator: Abdul Warits
Muhammad Sahli Hamid, Lahir di Gadu Barat, Sumenep pada 31 Desember 1973.

