Lenteng, NU Online Sumenep
Kita itu harus memiliki sanad keilmuan yang jelas. Tak cukup dengan Al-Qur’an dan sunnah saja. Karena setiap individu tahu shalatnya Nabi dari ulama. Bahkan asbabun nuzulnya Al-Qur’an dikarang oleh ulama.
“Masihkah kita meragukan ulama?,” tanya Kiai Hesbullah di kegiatan rutin bulanan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lembung Barat, Senin (17/01/2022) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin.
Rais PRNU Lembung Barat ini menuturkan bahwa para ulama dan kiai punya sanad keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Sanad keilmuannya sampai kepada para ulama sebelumnya, yaitu para penulis kitab, hingga sampai ke Rasulullah SAW,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Yaqin Lembung Barat itu juga mengatakan dengan bergabung dan aktifnya anggota di NU berarti mereka berkomitmen untuk menjaga amaliyah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Lewat NU, maka secara otomatis kita menghidupkan amaliyah Aswaja An-Nahdliyah. Jika NU di tingkat ranting hidup, maka akan menyapa masyarakat sekitar,” pinta Alumni Pondok Pesantren Annuqayah itu.
Kepala Madrasah Aliyah Tahfidh (MAT) Annuqayah itu juga menambahkan, Ranting NU mempunyai tugas yang tidak ringan di lapangan.
“Ranting NU mempunyai tugas yang tidak ringan. Sebagai ujung tombak di lapangan, rantinglah yang berjibaku dengan medan yang kadang tidak gampang untuk dilalui. Namun demi meratanya ajaran Islam ala Aswaja, hambatan apapun diterjang,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, HFauzan selaku Ketua PRNU Lembung Barat juga menyinggung pentingnya Nahdliyin dan pengurus NU meningkaktan pengetahuan tentang amaliyah yang dilakukan sehari-hari. Selain mempertebal keyakinan, juga untuk berjaga-jaga dari serangan non NU yang kerap mempermasalahkan amaliyah NU.
“Ini antisipasi saja. Sebab jangan sampai amaliyah kita selalu disebut-sebut bid’ah. Lantas muncul anggapan masyarakat bahwa itu benar,” ungkapnya.
Dirinya juga berharap agar generasi saat ini harus meniru semangat para sesepuh NU dalam membela tanah air ini.
“Perjuangan membela tanah air dan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bagian dari tugas agama Islam. Para sesepuh merupakan suri tauladan khidmah dan perjuangan kebangsaan,” pungkasnya.
Editor: Firdausi

