Image Slider

Rais NU Sumenep Ingatkan 3 Hal Penting dalam Berkhidmah

Kota, NU Online Sumenep

Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Hafidhi Sarbini mengingatkan tentang 3 hal penting dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Ketiga hal penting tersebut harus menjadi pegangan, baik bagi pengurus maupun warga NU di berbagai lapisan.

“Yang paling penting dari momen Halal Bihalal ini adalah berpegang pada tiga hal penting. Yaitu Mudzakarah, Munadharah dan Musyawarah,” ungkap Kiai Hafidhi saat memberikan Tausiyah dalam acara Halal Bihalal dan Nyu’un Pamangghi yang diselenggarakan PCNU Sumenep, Sabtu, 2025.

Kiai Hafidhi lantas menjelaskan satu persatu dari tiga hal penting itu. Pertama Mudzakarah, sebuah upaya untuk saling mengingatkan tentang kesalahan diri sendiri. Sebagai manusia, tentu tidak bisa lepas dari kesalahan. Utamanya dalam menjalankan tugas pengabdian di NU.

“Sebagai pengurus NU, kita mesti ada kekurangan dan kesalahannya. Untuk itu perlu lakukan introspeksi untuk lebih baik. Introspeksi penting dilakukan agar pengabdian di NU menjadi lebih baik,” ungkap Kiai Hafidhi.

Kedua, Munadzarah. Selain introspeksi tentang kesalahan diri sendiri, sebagai pengurus NU juga harus melihat kesalahan-kesalahan orang lain. Namun, dalam konteks ini tidak dalam rangka memusuhi atau mencela.

Sebaliknya, kata Kiai Hafidhi, melihat kesalahan orang lain atau kolega juga untuk dijadikan pelajaran penting bagi diri sendiri. Lebih dari itu juga untuk membenahi di setiap kekurangan dan kesalahan yang dilakukan orang lain.

”Bukan untuk dimusuhi apalagi dicela. Justru sebaliknya, harus kita rangkul dan dibenahi. Bahkan dijadikan pelajaran oleh kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama,” tambahnya.

Ketiga, Musyawarah. Dalam sebuah perkumpulan, tidak terkecuali di NU, musyawarah menjadi elemen penting dalam merumuskan rencana kerja ke depan.

Karena itu, Kiai Hafidhi menyebut, musyawarah dalam konteks ini dilakukan untuk membenahi kesalahan dan kekuarangan yang ada pada diri sendiri maupun orang lain.

”Bila sudah lengkap, mengingat kesalahan diri sendiri dan kesalahan orang lain, baru dilakukan musyawarah sebagai salah satu upaya memperbaiki di setiap kekurangan yang ada,” ujar Kiai Hafidhi.

Ia pun mengingatkan, dalam bermusyawarah hendaknya tidak saling bersikukuh dengan sikap dan pandangan diri sendiri. Harus mengutamakan kepentingan bersama, lebih-lebih kebaikan NU.

”Dengan begitu, insyaAllah NU akan lebih baik. Minimal, tidak semakin membuat NU tidak baik,” tandasnya.

Sebagai informasi, acara Halal Bihalal dan Nyuun Pamangghi ini digelar setiap tahun seusai Idul Fitri. PCNU Sumenep menginisiasi kegiatan ini dalam rangka dengar pendapat dari berbagai elemen struktural di NU.

Tahun ini merupakan Halal Bihalal terakhir untuk periode kepengurusan PCNU Sumenep 2020-2025. Dihadiri sejumlah pihak terkait, mulai dari Syuriah dan Tanfidziyah, lembaga dan badan otonom.

Editor: A Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga