Kota, NU Online Sumenep
Sebagai bentuk rasa syukur atas hari lahir Ke-96 Nahdlatul Ulama, Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Lembung Barat mengisinya dengan kegiatan yang bertajuk “Safari Religi” ke makam para raja Sumenep yang memerintah Kadipaten Sumenep tempo dulu pada Rabu (02/02/2022) malam.
Di antara tempat yang diziarahi adalah makam Joko Tole (Raja Sumenep Ke-13 Tahun 1415-1460 M) desa Lanjuk, Manding, Sumenep dan makam Pangeran Ario Wetan dan Pangeran Ario Lor (Raja Sumenep Ke-17 Tahun 1562-1567 M) desa Karang Duak, Kota, Sumenep.
“Selain untuk menjaga tradisi, ziarah ini juga sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT atas anugerah yang telah diberikan yakni dengan berdirinya NU hingga tetap tegak sampai saat ini,” ujar Ketua PR GP Ansor Lembung Barat, Fauzi.
Selain itu, rombongan juga berziarah ke Komplek Makam Asta Karang Sabu yang merupakan komplek pemakaman dari para raja Sumenep bersama keluarga dan kerabat dekatnya. Mereka yang dimakamkan di kawasan ini berasal dari keluarga Kerajaan Sumenep yang berkuasa sejak abad ke-14 hingga ke-18.
Salah satu peserta ziarah, Ahmad Bakri mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu merupakan salah satu hal yang positif, terutama dalam memberikan gambaran sekaligus mengingatkan kembali perjuangan para raja Sumenep ini.
“Ziarah sudah menjadi tradisi NU dan harus kita kembangkan. Semoga melalui ziarah ini bisa menambah kecintaan kita untuk selalu belajar, berjuang dan bertakwa, serta mampu meneruskan perjuangan beliau dalam memperjuangkan apa yang telah dilakukan oleh para raja,” kata Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor PR GP Ansor Lembung Barat itu.
Selain itu, dirinya juga berpesan kepada kader akan pentingnya silaturahim dan kolaborasi antar pengurus. Sebab dengan demikian, komunikasi dan kolaborasi yang baik akan terjaga guna melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Silaturahim dan kolaborasi antar elemen Ansor di tingkat ranting sangat penting. Seluruh kader Ansor harus bisa saling berkolaborasi,” ungkapnya.
Sementara itu, kooordinator kegiatan Safari Religi, Ibnu Hajar menuturkan, kegiatan ziarah ini dipilih karena dianggap dapat memupuk kembali semangat perjuangan para kader.
“Selain mengharapkan keberkahan dari para alim ulama dan raja Sumenep, ziarah ini juga menjadi refleksi untuk kami agar lebih semangat mengikuti jejak juang mereka dalam mengurus organisasi,” tuturnya.
Menurutnya, kesungguhan ulama dan raja-raja terdahulu dalam berkhidmah merupakan poin penting yang harus selalu diingat oleh kader saat ini. “Apalagi saat ini dihadapkan dengan tantangan global yang semakin beragam,” pungkasnya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

