Image Slider

Samalem e Pondhuk; Cara Alumni PP Nasy’atul Muta’allimin Gapura Jaga Sanad Keilmuan

Gapura, NU Online Sumenep

Sebagai upaya menjalin silaturrahim dengan teman lawas dan jajaran guru waktu mondok di pesantren, biasanya para alumni seringkali menggelar acara reunian. Kebanyakan mengambil momentum Bulan Ramadlan. Ragam cara dilakukan, mulai dari buka bersama, sampai bermalam di pesantren bernostalgia di masa-masa masih nyantri dulu.

Seperti yang dilakukan oleh para Alumni Pondok Pesantren (PP) Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur Gapura, sejak 2019 silam setiap tahunnya pasti mengagendakan satu kegiatan di Bulan Ramadlan untuk bersua kembali dengan para alumni lainnya dan jajaran pengasuh di pesantren.

Samalem e Pondhuk (semalam di pondok) merupakan rangkaian kegiatan reuni alumni PP Nasy’atul Muta’allimin yang berlangsung pada Kamis, (6/5/2021) kemarin. Ibniyanto, selaku Koordinator acara tersebut menuturkan bahwa momentum ‘Samalem e Pondhuk’ tidak lain untuk mendekatkan diri dengan Pengasuh dan jajaran Masyaikh.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk nyambhung pangistoh atau mendekatkan diri dengan Pengasuh dan para guru di pesantren yang telah membesarkan kami. Jasa beliau harus terus dilekatkan dalam kami dengan cara Samalem e Pondhuk,” ujarnya kepada NU Online Sumenep, Kamis (6/5/2021).

Dimulai dari buka bersama dengan pengasuh dan jajaran Masyaikh. Usai shalat tarawih dilanjutkan dengan Khatmil Qur’an yang langsung dipimpin oleh K. A. Munif Zubairi, Pengasuh PP Nasy’atul Muta’allimin.

Kemudian setelah Khatmil Qur’an, para alumni didampingi salah seorang dewan guru PP Nasy’atul Muta’allimin, yakni Kiai Manshur Mas’ud, melakukan ziarah ke Maqbarah pendiri, almarhum KH. Zubairi Marzuqi yang letaknya sekitar 100 meter di sebelah utara kompleks pondok pesantren.

Tidak lengkap rasanya momentum ‘Samalem e Pondhuk’ bagi para alumni jika tidak disempatkan ramah tamah atau berdialog dengan pengasuh dan jajaran Masyaikh. Karenanya usai ziarah ke Maqbarah pendiri, mereka berkumpul di teras masjid, untuk menggelar ramah tamah tersebut.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Dewan Pengasuh KA. Dardiri Zubairi, Ketua Yayasan K. Muhammad Syahid Munawar, dan Kiai Ruhan selaku Ketua Pengurus PP Nasy’atul Muta’allimin membersamai para alumni dalam momentum dialog tersebut yang berlangsung hingga menjelang sahur.

Kehadiran alumni ke pondok pesantren diharapkan mampu memberikan masukan dan gagasan terkait bagaimana pondok pesantren lebih baik ke depannya. Keberadaan alumni, sejatinya harus membantu meringankan beban kiai, pengasuh. Agar tidak dipikul sendirian tugas mendidik para santri. Hal ini disampaikan Kiai Ruhan, mewakili jajaran Pengurus Pondok Pesantren, saat dialog berlangsung.

“Selayaknya, dengan adanya aumni bisa membantu meringankan beban pengasuh, yang tidak semestinya pengasuh memikul sendiri. Melainkan tugas kita sebagai santrinya”, ujar Kiai Ruhan.

Beliau juga menyampaikan banyak hal terkait program kerja pondok pesantren yang sedang dan akan dilakukan dalam membangun iklim belajar yang serius dan sungguh-sungguh bagi para santri. Disiplin keilmuan pun sudah mulai dibuka untuk mewadahi potensi minat dan bakat santri.

Sementara itu, Kiai Muhammad Syahid Munawar, selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin meminta kepada para alumni untuk tetap menjaga sanad keilmuan. Sebab menurut Kiai yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep ketersambungan garis keilmuan harus dijaga sebagai upaya untuk tetap meraih barakah dan melanjutkan misi pesantren di tengah-tengah masyarakat.

“KH. Zubairi Marzuqi, dulu nyantri ke Kiai Ilyas, di PP Annuqayah Guluk-Guluk, sedang Kiai Ilyas nyantri ke KH. Hasyim Asy’ari, kita tau bahwa KH. Hasyim Asy’ari ini merupakan murid Syaikhona Kholil Bangkalan,” ujar beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa ada kemiripan dari segi karakter para santri PP Nasy’atul Muta’allimin dengan santri PP Annuqayah Guluk-Guluk. Utamanya dalam aspek akhlaq.

“Sehingga dalam karakter kesantrian PP. Nasy’atul Muta’allimin kekentalannya dalam mengutamakan akhlaq itu mirip dengan santri Annuqayah,” imbuh beliau.

Pewarta: Moh. Syauqi Ramdlani
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga