Image Slider

Sejarah Asyura sebagai Hari Raya Anak Yatim

Tanggal 10 Muharram atau hari Asyura seringkali disebut sebagai Hari Raya Anak Yatim atau Idul Yatama. Hal itu berdasarkan kebiasaan Rasulullah SAW yang sangat menyayangi anak yatim. Terlebih di hari Asyura selalu bersedekah kepada anak yatim dan menjamu dengan berbagai hidangan.

Namun demikian, istilah Hari Raya dimaksudkan sebagai momentum kebahagiaan untuk anak yatim. Tidak lantas seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha yang melaksanakan Shalat Ied.

Sejatinya menyantuni anak yatim tidak terbatas di hari tertentu saja, kapanpun dan di manapun sangat dianjurkan. Namun di hari Asyura adalah momentum yang tepat untuk lebih mengasihani anak yatim.

Keterangan lain disebutkan, dalam Kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiya wal Mursalin karya Abullaits Assamarqandi (w. 373 H) dijelaskan terkait mengusap kepala anak yatim di hari Asyura:

مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً

Artinya: Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya.

Itulah mengapa tradisi yang berlangsung di tengah-tengah masyarakat banyak yang menyantuni anak yatim di momentum hari Asyura.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga