Pragaan, NU Online Sumenep
Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) merupakan lembaga semi otonom yang menghidupkan tradisi-tradisi ke-NU-an di pelosok desa.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Gus Mufti Ali saat memberikan sambutan di agenda bulanan pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pakamban Daya. Yakni MDSRA yang dikemas dengan pembacaan Ratib Syaikhona Kholil Bangkalan yang dipimpin oleh ustadz Matsuy selaku mantan Ketua MDSRA PAC GP Ansor Pragaan. Acara dipusatkan di balai desa setempat dan dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkat desa lainnya, Sabtu malam (6/3/2021).
Sekretaris MDSRA Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pragaan tersebut menegaskan bahwa barisan kader muda NU, khususnya Ansor adalah kandidat pengganti para ulama yang kelak akan memberikan ide-ide baru untuk kemajuan NU.
“Kader Ansor harus senantiasa berkiprah melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah dan menjadi garda terdepan dalam mengawal perjuangan para kiai,” ungkapnya mantap.
Di kesempatan yang sama, Moh. Mabrur berharap agar kegiatan ini terus ditingkatkan dan diistiqamahkan setiap bulan di masing-masing rumah anggota.
“Mestinya kader Ansor bisa menelaah dan mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah, terutama meneladani perjuangan para muassis,” pinta Ketua PR GP Ansor Pakamban Daya.
Mantan Ketua PAC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pragaan tersebut berharap bahwa, implementasi dan revitalisasi nilai-nilai Aswaja bisa dipetik oleh seluruh anggota.
“Lewat pembacaan Ratib Syaikhona Kholil Bangkalan ini, kita bisa belajar bahwa ajaran beliau harus diamalkan oleh kalangan muda NU,” pungkasnya.
Di penghujung acara, Gus Shofiudin Rumy memparipurnai dengan doa serta pembacaan shalawat Nariyah.
Pewarta: Luthfiyadi
Editor: Ach. Khalilurrahman

