Pragaan, NU Online Sumenep
Acara peringatan satu abad Nahdlatul Ulama dan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Pragaan Daya pada Sabtu (25/02/2023) menghadirkan K. Zainul Hasan sebagai pemateri. Di hadapan kader NU yang hadir, ia menyatakan bahwa Isra’ Mi’raj merupakan momentum penting dalam Islam.
“Isra’ Mi’raj adalah skenario Tuhan yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad. Karena itu, peristiwa ini sudah terlepas dan tidak memakai hukum atau teori manusia. Sewaktu Isra’ Mi’raj, posisi Nabi Muhammad adalah sebagai hamba, bukan nabi ataupun rasul,” terangnya.
Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Kabupaten Sumenep tersebut juga menyampaikan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj bermula dari kecemburuan langit kepada bumi yang di atasnya terdapat manusia mulia yaitu Nabi Muhammad.
“Isra’ Mi’raj juga bertujuan untuk menghibur hati Nabi Muhammad yang sedih ditinggal oleh sang istri; Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib yang selama ini sangat membantu dalam berdakwah. Jadi, apabila kader Ansor merasa sedih atau galau, nanti bisa diagendakan jalan-jalan atau ziarah wali,” ucapnya seraya berkelakar.
Ia menambahkan, dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, ada beberapa fase yang dilalui oleh Nabi Muhammad. Fase pertama yaitu manusia biasa karena beliau melakukan perjalanan ruhan wajasadan (ruh dan jasad). Kedua adalah fase malaikat yang terjadi saat Mi’raj ke langit. Terakhir adalah fase beyond malaikat ketika beliau menghadap Allah di Sidratul Muntaha.
“Hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah bagaimana kita bisa menikmati sebuah proses karena ia terjadi tidak dengan serta-merta. Maka dari itu, kader Ansor harus selalu berproses agar bisa mencapai kesuksesan,” pesan wakil ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep ini di akhir penyampaiannya.
Selain dihadiri oleh kader Ansor, ikut serta pula pada kegiatan tersebut kader Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, PMII, dan Pergunu ranting Pragaan Daya. Tidak hanya itu, acara siang itu juga diisi dengan istighatsah dan santunan anak yatim oleh Baznas Kabupaten Sumenep.
Pewarta: Kholilurrahman
Editor: A Warits Rovi

