Pragaan, NU Online Sumenep
Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH. M. Zainur Rahman Hammam menegaskan, Nabi Muhammad ﷺ merupakan nikmat yang luar biasa, tidak ada bandingannya. Sebagaimana dalam hadits shahih.
عن أبي هريرة، عن النبي صلى الله عليه وسلم، قال: إنما أنا رحمة مهداة
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, ia meriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw bahwa beliau bersabda, “sesungguhnya aku ini rahmat yang dihadiahkan.”
“Dari hadits tersebut, keberadaan Nabi Muhammad ﷺ, menunjukkan kepada kita bahwa umatnya disayangi oleh Allah Swt”, ungkapnya saat mengisi hikmah Maulid Nabi yang dihelat oleh Masjid Al-Barakah Dusun Maronggi Laok, Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kamis (4/8/2025) malam.
“Menurut Abu al-Abbas al-Mursi dalam kitab Al-Futuhat Ar-Rahmaniyah fi Syarhil Hikam Athaiyyah, para nabi lain merupakan pemberian (athiyyah) dari Allah Swt untuk umat masing-masing. Sementara Nabi Muhammad ﷺ adalah hadiah bagi umatnya,” sitir Kiai Zainur kutipan Gus Kautsar saat mengisi pengajian Kitab Kifayatul Atqiya’ di Ploso.
Secara etimologis, sambungnya masih mengutip pernyataan Sayyidian Abil Abbas al-Mursi, pemberian dan hadiah memiliki arti yang berbeda. Diksi pemberian diperuntukkan bagi orang yang butuh. Sementara hadiah, diperuntukkan bagi orang-orang yang dicintai.
Fisik dan Kekuatan Umat Nabi Pendahulu
Secara historis, umat para nabi pendahulu, tubuh besar, umurnya panjang. Diceritakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri Prenduan itu, Nabi Nuh As umurnya hampir 1.000 tahun. Nabi Adam As, tingginya 30 meter. Makam Nabi Hud As yang ada di Yaman, panjangnya sekitar 15 meter.
“Nah, semakin bertambahnya zaman, umat Nabi Muhammad ﷺ ukuran fisiknya kecil. Maksimal tingginya 2 meter lebih sedikit,” ujarnya.
Selain itu, kekuatan umat Nabi Muhammad ﷺ menurun. Kiai Zainur mencoba membandingkan dengan umat Nabi Saleh As. Disampaikan, bangunan megah dan memiliki artistik seni pahat Indah di tebing-tebing gunung di wilayah Al-Ula Arab Saudi. Adalah dibangun oleh umat Nabi Saleh As.
“Dulu enggak ada mesin penghancur batu. Sekarang, banyak alat canggih karena kekuatan semakin lemah,” ucapnya.
Kendati umat Nabi Muhammad ﷺ memiliki postur tubuh yang kecil dan secara fisik lemah. Allah Swt menyayanginya. Salah satu bukti, Allah langsung memberikan siksaan kepada para pembangkang dari umat nabi Pendahulu dengan ragam bencana, seperti gempa, banjir besar, dan lain sebagianya. Yang tersisa hanyalah umat yang patuh kepada perintah-Nya.
Umat Nabi Luth yang dikenal penduduk Sodom, mereka luluh lantak karena mereka homoseksual. Di masa Nabi Ibrahim As, Namrud yang sombong karena memiliki kerajaan yang besar dan mengaku sebagai Tuhan, akhirnya tumbang juga.
Tidak demikian dengan umat Nabi Muhammad ﷺ. Semembangkang dan seingkar apapun umat ini, Allah tak langsung membinasakannya. Inilah salah satu makna ayat
وما ارسلناك إلا رحمة للعالمين
yang didawuhkan oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani.
“‘Dan Rasulullah ﷺ adalah paling sempurnanya manusia, mulai dari fisik hingga akhlaknya,” pungkasnya.

