Bluto, NU Online Sumenep
Dalam rangka meningkatkan budi daya rumput laut di Desa Lobuk Kecamatan Bluto, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 14 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk menggelar sharing santai dengan tema “Budidaya Rumput Laut : Tantangan, Solusi dan Prospek ke Depan”. Sabtu (18/09/2021) di Balai Desa setempat.
Acara ini di hadiri oleh Kepala Bidang Produksi Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Moh. Subhan, Kepala Desa Lobuk Bluto dan lembaga-lembaga yang berada di bawah naungan Pemerintah Desa Lobuk, serta para petani rumput laut dan pengepulnya.
Subhan mengatakan, bahwa saat ini budi daya rumput laut mulai merosot. Salah satunya disebabkan karena faktor bibit yang turun temurun dan berputar. Tidak adanya bibit bibit luar yang masuk atau tidak ada pembaharuan.
“Selain faktor bibit. Juga masalah lingkungan yang kurang baik,”
Kepala Desa Lobuk, Moh. Saleh mengatakan bahwa salah satu sumber pendapatan para petani yang cukup besar adalah budi daya rumput laut. Sebab rumput laut bisa menjadi bahan olahan makanan, kosmetik dan lain sebagainya. Namun kondisi kian merosot dikarenakan berbagai hal.
“Dulu, Lobuk adalah desa penghasil rumput laut yang besar. Namun sekarang sudah mulai merosot,” ungkapnya
Karena itu kepala desa berharap atensi penuh dari Mahasiswa KKN Instika terhadap budi daya rumput laut mampu menuai manfaat bagi para petani dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Juga bagaimana mencari solusi serta membaca peluang ke depan.
Sementara Moh. Rofiqi, Ketua Posko 14 KKN Instika mengatakan bahwa sharing santai dengan pemangku kebijakan di ranah eksekutif ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan produktivitas rumput laut. Sehingga nantinya ada strategi khusus yang dapat disiapkan guna menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi.
“Kami sengaja mendatangkan dari Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, supaya bisa tau keadaan petani-petani rumput laut saat ini,” ujarnya.
Acara berjalan dengan lancar dengan diakhiri dengan pemberian cendramata dan foto bersama dengan pihak terlibat. Dalam hal ini Kabid Produksi Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Pemerintah Desa Lobuk Bluto dan para petani.
Pewarta : Moh. Rofiqi

