Image Slider

Tekad Besar LPT NU Sumenep Wujudkan Perguruan Tinggi Berkualitas

Kota, NU Online Sumenep

Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) Sumenep, Ahmad Shiddiq menyampaikan beberapa tekad besarnya dalam mewujudkan perguruan tinggi berkualitas di Kabupaten Sumenep.

Hal itu disampaikan saat menyampaikan sambutan pada acara Seminar Nasional ‘Historiografi Khitthah dan Politik Nahdlatul Ulama’ dan Launching Beasiswa LAZISNU Sumenep dalam rangka memperingati Harlah NU Ke-99 dan Ulang Tahun Madrasah Moderasi ke-1 yang diselenggarakan oleh LPT NU Sumenep.

“Semenjak LPTNU Sumenep dibentuk di Kabupaten Sumenep tahun 2020, kami mendapat amanah dari Pengurus Cabang NU Sumenep untuk memikirkan, mengkonsolidasi dan memajukan perguruan tinggi Sumenep dengan melakukan langkah-langkah strategis dan taktis,” ujarnya mengawali sambutan.

Guna mewujudkan hal tersebut, Shiddiq menambahkan, diperlukan adanya kolaborasi antar semua elemen. Baik di internal PCNU Sumenep maupun pihak luar meliputi perguruan tinggi, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kurun waktu satu tahun, LPT NU Sumenep telah merealisasikan rencana strategis tersebut sebagai langkah awal mewujudkan tekad besarnya, antara lain, konsolidasi antar perguruan tinggi dan sinergi antara LPT NU, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan tentunya perguruan tinggi.

“Dari langkah ini, kita telah berhasil membentuk atau mendirikan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi, mendirikan Madrasah Moderasi sebagai media wacana diskusi yang moderat dan Diklat Penulisan Karya Ilmiah bagi Dosen,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep itu juga memaparkan beberapa program kerja yang akan direalisasikan tahun 2022.

“Pertama, beasiswa mahasantri. Program ini kita kerjasama antara LPT NU, LAZISNU dan perguruan tinggi swasta sekaligus penandatangan nota kesepahaman antara PTS dan LAZISNU Sumenep. Ini kita lakukan sekarang,” ujarnya.

Kemudian kedua, mendorong para dosen untuk mengikuti beasiswa 100 Doktor tahun 2022-2025 bagi empat dosen PTS se-Sumenep. Ketiga membuat Jurnal Madura.

“Jurnal Madura: Sosial Science of Jurnal Madura. Ini akan kita launching bulan Maret ini. Mohon sambungan doanya,” pintanya.

Keempat, pengembangan kualitas atau mutu perguruan tinggi swasta. Kelima, sinergitas program MBKM untuk pengentasan kemiskinan. Keenam, membentuk Asosiasi Dosen dan Doktor NU sebagai tindaklanjut dari PKPNU.

“Ketujuh, memperkuat program moderasi  beragama di Lingkungan PTNU Sumenep, dan terkahir kedelapan, Festival atau Pameran Inovasi Perguruan Tinggi se-Kabupaten Sumenep. Jangan sampai perguruan tinggi kita rasa SMA,” tegasnya.

Program strategis yang sudah terealisasi maupun yang masih dalam perencanaan itu, menurut Shiddiq sebagai upaya mewujudkan perguruan tinggi berkualitas di Kabupaten Sumenep. Karananya ia berharap kerjasama semua pihak guna menyukseskan hajat bersar tersebut.

“Kami berharap kebersamaan antara LPTNU Sumenep dan Pimpinan Tinggi se Sumenep dalam ditingkatkan masa-masa yang akan datang. Dengan program –program yang saling memberi manfaat untuk kemajuan perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Acara yang bertempat di Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep itu dihadiri oleh jajaran Pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Sumenep, lembaga dan badan otonom di bawah naungan PCNU Sumenep, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-kabupaten Sumenep dan pimpinan perguruan tinggi.

Turut hadir pula pemateri Seminar Nasional, Ahmad Baso secara virtual melalui zoom meeting, sedang KH. Ali Maschan Moesa dan Aksin Wijaya hadir secara langsung.

Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga