Pragaan, NU Online Sumenep
Memperingati Hari Lahir Ke-99 NU, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kecamatan Pragaan mengadakan kegiatan Workshop Mendongeng yang ditempatkan di aula Pondok Pesantren Nurul Huda Pakamban Laok.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada hari Sabtu-Ahad (19-20/02/2022) dengan diikuti oleh puluhan peserta yang merupakan perwakilan dari guru TK/RA se-Kecamatan Pragaan. Hadir sebagai penyaji yaitu Kak Avan Fathurrahman, pendongeng nasional asal Sumenep.
Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Cabang Sumenep Muhammad Shaleh mengatakan bahwa cerita atau mendongeng bukan hanya budaya tapi bagian dari pesan agama. Al-Quran sendiri banyak cerita sejarah yang ditampilkan agar manusia dapat mengambil ibrah dan pelajaran.
“Workshop mendongeng ini gunanya untuk melatih keterampilan mendongeng agar pesan agama bisa sampai kepada pendengarnya dengan riang gembira,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Sumenep K. Subairi Karim, S.Ag. mengatakan bahwa mendongeng adalah bagian dari cara NU sejak dahulu yang menjadi pengantar tidur bagi anak-anaknya. Kini kebiasaan itu hampir tergantikan oleh game.
“Dongeng, cara menyampaikan pesan agama orang tua kepada anak. Isi konten cerita atau dongeng bisa diganti dengan konten ke-NU-an,” tuturnya memulai sambutan.
Menurut beliau, mendongeng dapat dipakai untuk melawan ancaman ekstremisme beragama yang kini sudah ada di depan mata. “Perlawanan gerakan radikalisme dengan cara mendongeng untuk menguatkan ke-Aswaja-an anak-anak kita sangat efektif, karena itu kita butuh untuk menguasai keterampilannya,” ujar alumni PP. Annuqayah ini.
Kalau dongeng itu terus diulang sekian malam sekian tahun tentu akan memberikan dampak yang luar biasa pada perkembangan anak-anak kita dalam memahami agama saat memasuki dewasanya nanti.
“Pada titik ini, maka mengasah keterampilan mendongeng menjadi penting bukan hanya bagi guru untuk murid-muridnya, tetapi juga untuk orang tua untuk anak-anaknya.” pungkas Redaktur NU Online Sumenep ini.
Editor : Ach. Khalilurrahman

