Image Slider

Nahdliyin Jadikan Jagung sebagai Ketahanan Pangan

Pragaan, NU Online Sumenep 

Saat musim kemarau, orang Madura terbiasa bertani tembakau. Sebaliknya di musim penghujan, petani Madura menanam padi dan jagung. Hal itu dilakukan guna ketahanan pangan, sehingga mereka tak kebingungan saat mengepulkan dapur.

Menurut Bunawi, Nahdliyin asal Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, bertani jagung menjadi kewajiban warga NU di akar rumput. Karena nasi jagung alias nasi merah putih merupakan menu wajib yang disajikan di meja makan, terlebih disantap di tengah sawah.

Dijelaskan pula, jagung makanan pokok penderita diabetes. Semakin banyak mengkonsumsinya, maka bisa mengontrol kadar gula. “Wajar orang Madura banyak berkata, kurang pas tanpa ada nasi jagung yang dikuahi sayur kelor,” ujarnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Senim (21/02/2022).

Alumni Pondok Pesantren Al-Muqri Karang Kapoh Prenduan itu menegaskan, jagung lokal memiliki rasa yang lebih gurih dan lebih lama untuk keperluan dapur. Ketika panen, jagung bisa disimpan di atas jurung (Red. Madura) atau disimpan di tempat khusus yang diletakkan di dalam dapur.

“Kebiasaan pendahulu, untuk menghindari krisis ekonomi, mereka biasa menyimpan jagung lokal di dapur. Ada yang ditaruk besama kulitnya, ada pula yang digantung di dapur sambil mengeringkannya. Ada juga yang sudah disisihkan dari tongkolnya, kemudian di jemur di taneyan lanjhang atau di depan halaman rumah,” terangnya.

Setelah kering dan dipisahkan dari kulit serta bulunya, lanjutnya, jagung akan dibawa ke mesin giling. Kemudian oleh ibu-ibu yang berjibaku di dapur, mencampurkannya dengan beras saat memasak (setelah disucikan).

“Untuk ampasnya, masyarakat menggunakannya untuk makanan ternak. Bagi jagung yang kualitasnya jelek, warga menggunakannya untuk keperluan ternak juga, seperti ayam, burung, atau sejenisnya. Sedangkan kulitnya dijadikan sebagai bahan bakar saat memasak api di kompor tradisional yang terbuat dari tanah liat,” ungkap Bunawi.

Orang dulu, curahnya, sering menjadikan jagung untuk keperluan adat. Seperti, alalabat atau takziyah kepada kerabat atau tetannga yang tertimpa musibah kematian, aqiqah (kelahiran sanak famili atau teman), disumbangkan untuk keperluan masjid atau mushala (acara keagamaan) dan sejenisnya.

“Sayangnya hari ini bergeser ke padi atau beras. Jagung mulai tersingkir berganti beras, buah-buahan, amplop berisi uang, dan parcel atau hantaran,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga