Image Slider

Pesantren Nurul Jadid Paiton Gelar Bahtsul Masail se-Jatim, Ini Hasilnya

Kota, NU Online Sumenep

Dalam rangka Haul Masyaikh dan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Biro Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN) menggelar Bahtsul Masail Kubro (BMK) se-Jawa Timur di masjid Jami’ Nurul Jadid, Sabtu (19/02/2022).

Acara yang bagian dari rangkaian kegiatan NGOPi Festive berharap menjalin silaturrahim antar pesantren dan bentuk pelestarian tradisi kajian kitab salah (turats).

Sebagaimana dilansir di https://nuruljadid.net, BMK kegiatan tahunan yang kembali dihelat setelah dua tahun vakum disebabkan kondisi pandemi. Seperti halnya kegiatan Bahstul Masail di pesantren, BMK berlangsung cukup seru dan panas yang membahas hukum dan isu-isu kontemporer hingga dini hari.

Di tahun ini, BMK dibagi menjadi dua jalsah. Jalsah pertama dimulai ba’da Dhuhur hingga sore sebelum Maghrib. Sedangkan jalsah kedua dimulai ba’da shalat Isya’ hingga dini hari sekitar 01.00 WIB, Ahad (20/02/2022).

Diantara masalah yang dibahas dalam BMK adalah Ghozali Everyday yang melakukan transaksi jual beli NFT melalui platform OpenSea pada jalsah ulâ dan hubungan atau skandal mertua dan menantu, polemik pemindahan Ibu Kota, telaah waktu ikhtiyat dalam perhitungan waktu shalat, dan tren sarung batik di pondok pesantren pada jalsah tsâniyah.

Gus Muhib yang didaulat sebagai mushohhih menekankan kepada seluruh peserta BMK untuk mengembangkan konsep pengambilan hukum dalam memecahkan masalah sebagaimana yang dilakukan 4 ulama mazhab. Yaitu menggunakan metode qauli dan manhaji. Hal ini bertujuan agar hasilnya lebih akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Menurut Gus Muhammad Fakhri, Ketua LTN-NJ, yang paling paling menarik dalam kegiatan ini adalah fokus permasalahan membahas berbagai macam persoalan dan problematika hukum kontemporer yang dibahas status hukumnya melalui kaca mata fikih.

“Isu-isu kontemporer saat ini semakin kompleks. Jadi, lewat BMK akan menegaskan bahwa kitab kuning yang menjadi rujukan utama pesantren tetap relevan guna menjawab berbagai isu,” imbuhnya kepada NU Online Sumenep, Senin (07/03/2022).

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri itu mengutarakan, pelaksanaan BMK sebagai bentuk penegasan bahwa Pondok Pesantren Nurul Jadid tetap memegang teguh kajian dan pengajian kitab kuning yang merupakan komponen utama yang tidak terpisahkan dari pondok pesantren.

“Pondok Pesantren Nurul Jadid masuk ke dalam tipologi pesantren salaf-khalaf (memadukan sistem tradisional dan modern). Hal ini banyak menimbulkan praduga bahwa Nurul Jadid mulai meninggalkan kajian dan pengajian kitab kuning,” ungkap Gus Fakhri.

Tak sampai di situ, dengan adanya BMK ini, Pesantren Nurul Jadid menegaskan pada khalayak bahwa sampai saat ini tetap melaksanakan kajian dan pengajian kitab kuning semaksimal mungkin. “Bagaimanapun seorang santri harus memiliki kekhasan, yakni kitab kuning,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan ini KH Muhibbul Aman Ali Pengasuh Pondok Pesantren Besuk Pasuruan sebagai mushohhih; KH Amin Quthbi Munir Pengasuh Pondok Pesantren Rafiatul Islam Sentong Probolinggo; Kiai Ro’i Fadli Wangkal Probolinggo, Pegiat BM sebagai dewan perumus; Gus Idris Mubarok sebagai moderator pada jalsah pertama; dan ustadz Moh Ainul Yaqin pada jalsah kedua.

Silahkan klik tombol di bawah ini untuk mengunduh hasil BMK Se-Jawa Timur Tahun 2022 di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

DOWNLOAD HASIL BMK NURUL JADID 2022

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga